Tips Kesehatan

Lesti Kejora Alami Cedera Kepala dalam KDRT, Berikut Penanganan Cedera Kepala yang Bisa Dilakukan

Cedera kepala ringan dapat mempengaruhi sel otak untuk sementara, sedangkan cedera kepala sedang bisa menyebabkan memar, jaringan otak yang robek.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
HEALTHLINE.COM
Cedera kepala ringan dapat mempengaruhi sel otak untuk sementara, sedangkan cedera kepala sedang bisa menyebabkan memar, jaringan otak yang robek, dan pendarahan 

Jika mengalami pendarahan otak perlu diwaspadai, karena kalua parah bisa membuat penderita meninggal. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah pecah, yang ,menyebabkan pendarahan di jaringan sekitarnya dan memicu tekanan bagian dalam otak.

Selain itu, pendarahan otak juga menyebabkan darah terkumpul dan membentuk gumpalan yang disebut hematoma. Gejala ini berupa sakit kepala parah, kejang, mual, badan lemas, lengan dan kaki terasa lemah dan hilang kesadaran.

5. Cedera aksonal difus

Benturan kepala juga menyebabkan otak terpelanting di dalam tengkorak, akibatnya serabut syaraf pada sel meregang dan robek. Kondisi ini menyebabkan sistem saraf terganggu, dimulai dari hilang kesadaran, tidak dapat berkomunikasi, muntah, atau kejang.

Cara Mengatasi Kepala Terbentur

Lalu bagaimana pertolongan pertama saat kepala terbentur? Berdasarkan refrensi yang didapat melalui  Head Injury and Concussio, tips beberapa penanganan pertama kepala terbentur yang dapat dilakukan:

1. Observasi Keadaan

Lihat keadaan pasien, jika masih sadar, Anda bisa melihat dari pernapasan (lihat lajunya, apakah sesak atau cepat) dan sirkuasi darah (apakah ada pendarahan atau terlihat pucat).

Selain itu, amati juga kesadaran pasien, apakah sadar atau terihat bingung, atau malah tidak sadar sama sekali.

2. Stabilkan Posisi Kepala

Setelah terjadi trauma kepala, sebaiknya posisikan kepala dan leher sejajar garis lurus. Hal ini wajib dilakukan, terutama jika korban tidak sadarkan diri.

Jika memungkinkan, gunakan collar neck untuk mencegah adanya pergerakan leher pada pasien.

3. Lakukan Penekanan Bila Ada Perdarahan

Amati seluruh tubuh korban dan identifikasi ada atau tidaknya luka terbuka yang menyebabkan pendarahan.

Jika ditemukan sumber pendarahan, lakukan penekanan pada luka menggunakan kain, namun jangan menggerakkan tubuh korban.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved