Berita Cilacap
Jejak Soesilo Soedarman Diabadikan di Museum, Putra Cilacap yang Moncer di Militer dan Pemerintahan
Jejak prestasi Soesilo Soedarman, putra Cilacap yang moncer dalam karier di kemiliteran dan pemerintahan, diabadikan dalam Museum Soesilo Soedarman.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rika irawati
Jenderal TNI, Bintang Empat, pada tahun 1993, saat mejabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Kabinet Pembangunan VI.
Apoli Purini atau biasa disapa Ungky selaku
Direktur Eksekutif Museum Soesilo Soedarman, Apoli Purini mengatakan, awalnya, museum tersebut didirikan untuk mengabadikan prestasi Soesilo Soedarman.
Selain itu, juga untuk mengabadikan bangunan asli Wisma Mbah Ageng yang menjadi heritage bagi keluarga.
"Di sini, tersimpan segudang prestasi dan jejak karya untuk dikenang, khususnya oleh anak cucu dan keluarga besar Soedarman," kata Ungky, sapaannya, Kamis (15/9/2022).
Baca juga: Gagal Raih Poin Penuh! Persekat Tegal Tahan Imbang Tim Tamu PSCS Cilacap dengan Skor Kacamata
Baca juga: Berwisata ke Pantai Permisan di Cilacap, Disebut Juga Pantai Komando Tempat Prajurit TNI Berlatih
Namun, seiring berjalannya waktu, museum ini dibuka untuk umum.
Saat ini, museum tersebut juga berfungsi sebagai media pendidikan bagi masyarakat.
"Museum ini banyak dikunjungi anak-anak sekolah, sekarang sudah menjadi role mode untuk belajar sejarah."
"Kemudian, juga dapat menjadi suatu motivasi untuk tidak berkecil hati menjadi anak desa dengan melihat prestasi bapak Soesilo Soedarman yang juga merupakan putra asli Desa Gentasari," ujarnya.
Ungky menjelaskan, sejak dibangun hingga sekarang, Wisma Mbah Ageng tidak pernah mengalami perubahan secara signifikan.

Semuanya masih asli dan sama seperti saat pertama kali dibangun pada tahun 1899 silam.
Bangunan ini masih dipertahankan keasliannya, contohnya dari tegel (lantai keramik) dan bentuk joglo.
Wisma Mbah Ageng pernah direvitalisasi pemerintah.
Akan tetapi, perbaikan bangunan hanya berupa penguatan fisik dan sama sekali tidak boleh mengubah induk bangunan karena masuk cagar budaya.
Ada tambahan pula berupa kolam renang, aula, dan juga perpustakaan, serta arena bermain untuk menunjang area museum.