Kamis, 16 April 2026

Internasional

Xi Jinping, Presiden China yang Dikabarkan Menghilang Akibat Dikudeta

Presiden China Xi Jinping telah menjadi perhatian publik di media sosial karena rumor kalau dirinya dikudeta.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
REUTERS
Presiden China Xi Jinping telah menjadi perhatian publik di media sosial karena muncul dengan rumor kalau dirinya dikudeta. 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Presiden China Xi Jinping telah menjadi perhatian publik di media sosial karena rumor kudeta terhadap dirinya.

Rumor kudeta ini muncul menjelang Kongres Partai Komunis China yang berlangsung pada 16 Oktober, kabarnya dalam kongres ini, Xi Jinping akan dipilih menjadi presiden China yang ketiga kalinya.

Baca juga: Pakar Hubungan Internasional Undip Sebut Sejumlah Penyebab Sri Lanka Bangkrut, Termasuk Utang China

Baca juga: Cari Putranya 24 Tahun, Ayah di China Temukan Putranya yang Hilang Diculik saat Umur 2 Tahun

Baca juga: Jepang Ajak AS Latihan Militer Bersama di Senkaku, Wilayah yang Disengketakan dengan China

Selain itu, rumor petama kali tersebar dari jaringan pemberontak China, lalu merebak dan diangkat media India, sehingga di media sosial twitter pada akhir pekan lalu tagar #kudetachina menjadi trending topic.

Rumor juga semakin memanas saat adanya klaim pembatalan penebangan dari dan menuju ibu kota Beijing hingga video mobilisasi kendaraan militer yang berjejer di jalanan Beijing, dikutip dari media asing CNN.

Xi Jinping menghilang dari publik dan pemerintah China hanya diam saat munculnya rumor kudeta yang semakin meluas.

Xi sendiri terlihat terakhir kalinya saat menghadiri acara KTT Kerja Sama Organisasi Shanghai (SHO) di Uzbekistan.

Pertemuan di Uzbekistan tersebut merupakan perjalanan luar negeri pertama Xi Jinping, sejak dua tahun terakhir dengan adanya pandemi Covid 19.

Setelah pertemuan tersebut ia tidak muncul lagi ke publik terutama saat isu kudeta muncul.

Dilansir dari media asing Aljazeera, selain diisukan dikudeta, Xi Jinping juga disebut menjadi tahanan rumah di Beijing.

Baca juga: Dubes AS untuk China Mundur saat Hubungan Kedua Negara Masih Panas

Baca juga: Lagi-lagi Kapal Coast Guard China Masuk Perairan Natuna, Menolak Pergi Meski Telah Diusir Bakamla RI

Baca juga: China-India Sepakati 5 Poin Terkait Konflik Perbatasan di Ladakh Timur

Li Qiaoming yang merupakan jendral Tentara Rakyat, disebut menjadi pengganti Xi Jiping.

Namun pada Selasa (27/9/22) Xi Jinping muncul ke publik saat menghadiri acara pameran di Beijing, ia tampak mengenakan masker dan berjalan-jalan ke seluruh ruangan pameran yang menyuguhkan pencapaian China selama Xi menjadi presiden.

Hal ini diketahui oleh media pemerintah China lewat CCTV.

Ia juga tampak didampingi Li Keqiang Perdana Menteri China dan pejabat lainnya.

Pemimpin yang berusia 69 tahun ini, selama berkuasa ia telah melihat tindakan keras terhadap korupsi di dalam partai,  meskipun pengamat mengatakan mereka berfungsi untuk menjatuhkan saingan politik, serangkaian langkah untuk menghancurkan gerakan pro-demokrasi di Hong Kong, dan penguncian COVID-19 yang ketat di kota-kota untuk mengekang penyebaran virus.

Xi juga menghadapi kritik keras hak asasi manusia dari komunitas internasional atas kebijakan represif.

Baca juga: Minta Dukungan Indonesia, Taiwan Tegaskan Bukan Bagian dari China

Baca juga: ABK Indonesia di Kapal China Hilang Setahun, Istri Ceritakan Penderitaan Suami: Makan Bangkai Ayam

Baca juga: TNI Temukan Jenazah TKI Disimpan Dalam Freezer Kapal China

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved