Tips Kesehatan
Kenali Gejala Penyakit Meningitis dan Cara Pencegahannya
Meningitis adalah penyakit yang menyerang selaput otak, jaringan otak, dan sumsum tulang belakang
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS.COM- Ibadah Haji dan Umrah merupakan ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim. Berdasarkan aturan pemerintah, sebelum berangkat jemaah haji dan umrah diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis.
Namun pada Jumat (23/9/22) ribuan calon jemaah umrah terancam gagal ke Tanah Suci akibat kelangkaan vaksin meningitis.
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Gubernur Ganjar Janji Bantu Mencari Stok untuk Calon Jemaah Umrah Jateng
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Ribuan Calon Jemaah Umrah Terancam Gagal ke Tanah Suci
Baca juga: Apakah Vaksin Covid 19 Dilakukan Rutin Setiap Tahun? Begini Penjelasannya Menurut Ahli
Terkait kondisi ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M Nur meminta pemerintah mengambil langkah cepat.
Mengapa vaksinasi meningitis penting bagi jemaat haji dan umroh?
Dilansir dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, negara Arab Saudi merupakan destinasi jutaan jemaah muslim di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Negara Saudi dikenal sebagai daerah endemis meningitis tertinggi sejak ditemukannya pertama kali pada jemaah haji pada tahun 1987.
Maka dari kasus tersebut, jemaah dari seluruh dunia dalam jumlah besar dari berbagai negara menjadi salah satu risiko penularan penyakit berbahaya ini.
Itulah sebabnya vaksin meningitis wajib berlaku sebelum ke negara tersebut.
Lalu apa penyakit Menginitis?
DR. Everhardus Sebastian merupakan dokter spesialis syaraf di Rumah Sakit Cibubur mengatakan, meningitis adalah penyakit yang menyerang selaput otak, jaringan otak, dan sumsum tulang belakang.
Penyebab meningitis adalah mikro organisme seperti jamur, virus, bakteri dan parasit.
Infeksi tersebut dapat masuk ke otak melalui penyebaran aliran darah atau penyebaran secara langsung dari organ atau strukur yang dekat dengan otak, seperti infeksi telinga, hidung, maupun gigi.
Terdapat tiga gejala meningitis yaitu demam, sakit kepala, kaku di leher.
Selain itu terdapat gejala seperti flu badan yang mengakibatkan nyeri area seluruh badan, mata lebih sensitif terhadap cahaya, kejang, sering bingung, sehingga penurunan kesadaran.
“Dampak kecerdasan inilah yang sangat berbahaya, karena mempengaruhi perilaku, bahasa, peglihatan, pendengaran, kelumpuhan, hingga menyebabkan kematian,” ungkap dr. Sebastian.
Meningitis juga dapat menyerang seluruh golongan usia, dari bayi yang berumur kurang dari satu bulan usia lanjut.
Lalu bagaimana penanganan meningitis?
1. Penanganan secara medis.
Penanganan penyakit ini dilakukan penanganan secara intensif di rumah sakit, yaitu dengan cara pemberian cairan dan nutrisi yang cukup dan terapi sintomatik, yaitu dengan cara mengobati gejala sakit meningitis, seperti sakit kepala, demam dan kejang.
Serta terapi kaosal untuk mgobati dari infeksi meningitis tersebut.
2. Pola hidup sehat.
Selain itu, pencegahan penyakit itu dapat dilakukan dengan cara pola hidup sehat melalui senitasi yang baik, kebersihan, nutrisi dan serat yang cukup agar tubuh mempunyai daya tahan yang baik, dalam melawan penyakit.
3. Vaksin meningitis
Selain itu, pencegahan meningitis dapat dilakukan dengan cara vaksin, yang dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit meningitis.
Ada dua jenis vaksin yang bisa diberikan yaitu:
· Vaksin Poliskarida
Vaksin ini merupakan jenis vaksin yang dipergunakan bagi mereka yang masih berusia 11 tahun hingga 18 tahun.
Namun jenis vaksin ini direkomendasikan juga untuk diberikan kepada mereka yang berusia 2 hingga 55 tahun dalam kondisi tertentu.
· Vaksin Konjugat
Jenis vaksin ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kelainan kesehatan khusus.
Seringkali juga diberikan pada mereka yang berusia 55 tahun ke atas, namun dalam kondisi darurat vaksin ini dapat disubstitusikan antara satu dengan yang lainnya.
Selain itu, vaksin ini diperuntukkan bagi mereka yang hendak berpergian ke luar negri, terlebih jika negara tujuan mempunyai riwayat meningitis terbesar.
Maka dari itu, bagi calon jamaah haji suntik meningitis ini menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan.
Bahkan pemerintah sudah menjadikannya sebagai salah satu persyaratan utama keberangkatan.
(ADR)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/jemaah-calon-haji-asal-pati-tiba-di-asrama-haji-donohudan.jpg)