Berita Solo

Jembatan Mojo Solo Tutup, Jembatan Bambu di atas Drum Jadi Alternatif, Pendapatan Menggiurkan!

Penutupan jalur di Jembatan Mojo Solo memunculkan jalur alternatif baru, di antaranya melewati Jembatan Sasak, jembatan bambu yang dibuat di atas drum

tribunbanyumas.com/m sholekan
Pemotor lalu lalang melintas di jembatan bambu di jalur alternatif selama penutupan Jembatan Mojo, Solo, Jawa Tengah selama dua bulan ke depan, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Penutupan jalur di Jembatan Mojo Solo memunculkan jalur alternatif baru, di antaranya melewati Jembatan Sasak, jembatan bambu yang dibuat di atas drum.

Jembatan Sasak yang berada di Kampung Sewu, Jebres, Solo, Jawa Tengah menjadi satu rute favorit digunakan oleh pengguna sepeda dan sepeda motor selama masa penutupan Jembatan Mojo.

Jembatan yang menghubungkan Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dengan Kampung Sewu, Jebres, Solo ataupun sebaliknya dinilai oleh pengendara sebagai jalur tersingkat menuju lokasi tujuan.

Tak ayal pengelola kebanjiran untung dari menjual jasa penyeberangan dengan menggunakan jembatan bambu di atas drum ini.

Baca juga: Jadwal Penutupan dan Jalan Alternatif saat Jembatan Mojo Solo Diperbaiki

Pengguna jalan memilih jalan alternatif melalui jembatan bambu selama penutupan Jembatan Mojo, Solo, Jawa Tengah, selama dua bulan ke depan, Selasa (27/9/2022).
Pengguna jalan memilih jalan alternatif melalui jembatan bambu selama penutupan Jembatan Mojo, Solo, Jawa Tengah, selama dua bulan ke depan, Selasa (27/9/2022). (tribunbanyumas.com/m sholekan)

Ribuan orang pun mengantre untuk untuk menggunakan jembatan bambu dengan panjang 70 meter itu.

Para pengendara yang melintas dikenakan tarif sebesar Rp2.000 dalam sekali menyeberang oleh pihak pengelola.

Mereka juga tidak diperkenankan untuk berboncengan saat menyeberang demi menjaga keselematan.

Pembuat Jembatan Sasak, Sugiono alias Bagong mengatakan, dalam sehari melayani para pengendara mendapatkan pemasukan hingga Rp5 juta.

Baca juga: Viral, Mobil Sedan Halangi Ambulans di Jalan Tawangmangu-Solo di Karanganyar. Bunyi Sirine Diabaikan

Uang pemasukan tersebut digunakan untuk menggaji kru yang terlibat serta untuk biaya operasional. 

"Tidak ada (10 juta), 5 juta ke bawah ya kotor itu.

Belum gaji karyawan, 1 karyawan itu saya gaji mau ga mau paling 1 orang Rp100 ribu.

Jaga 1 hari nonstop," ucapnya, Selasa (27/9/2022).

Bagong menjelaskan, dalam melayani para pengendara, dirinya dibantu oleh 30 orang kru yang terbagi menjadi dua sif.

Pada sif siang dijaga 20 orang sedangakan pada sif malam dijaga oleh 10 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved