Berita Semarang

3 Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan yang Melibatkan Driver Ojol di Semarang

Polisi menetapkan tiga tersangka kasus pengeroyokan atau penganiayaan yang menewaskan Kukuh, seorang pelaku penganiayaan driver ojol di SPBU Majapahit

tribunbanyumas.com/fiq
Driver ojol, Budi Sarwono yang sempat ditangkap polisi terkait dugaan pengeroyokan kepada terduga pelaku penganiayan hingga meninggal, saat menjelaskan kronologi terkena sabetan sangkur lipat korban, di Polrestabes Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi menetapkan tiga tersangka kasus pengeroyokan atau penganiayaan yang menewaskan Kukuh, seorang pelaku penganiayaan driver ojol di SPBU Majapahit, Semarang, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan menuturkan, tiga tersangka tersebut yakni Nugroho Saputro, Zaini Dahlan, dan Herlan Muhammad Reza.

Sementara, untuk driver ojol yang sebelumnya diamankan polisi yakni Budi Sarwono dan Anton Legowo hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Dua anggota driver ojek online (ojol) Semarang tersebut merupakan sebagai seorang saksi dalam peristiwa penganiayaan yang menyebkan seseorang meninggal dunia.

Baca juga: KRONOLOGI Kasus Pengeroyokan Driver Ojol di Semarang hingga Seorang Pengeroyok Tewas

Sehingga dua anggota driver ojol Semarang tersebut tidak ditahan oleh Polrestabes Semarang.

"Mereka saksi," kata kasatreskrim, Rabu (28/9/2022).

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang terduga pelaku penganiayaan driver ojol dikeroyok sejumlah orang di Jalan Nogososro, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kukuh sebelumnya melakukan penganiayaan terdahap seorang driver ojol di SPBU Majapahit, korban mengalami babak belur lantaran menerima bogem mentah dari Kukuh dari temannya.

Baca juga: 115 Driver Ojol Dapat Paket Sembako dari Polres Purbalingga, Bansos Dampak Kenaikan Harga BBM

Humas Asosiasi Driver Online Jawa Tengah, Astrid Jovanka mengatakan, dua rekan ojol yakni Budi Sarwono dan Anton Legowo itu tidak terindikasi sebagai pelaku.

Dari awal kedua ojol itu merupakan korban.

Terutama Budi Sarwono yang sedari awal sebenarnya sebagai korban karena pembelaan diri atas usaha pembacokan.

"Tapi keduanya ada wajib lapor, berapa lama lapornya nanti kami update lagi," ungkapnya.(*)

Baca juga: Driver Ojol Pati Berharap Kebagian Subsidi Upah dari Pemerintah, Imbas Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved