Minggu, 12 April 2026

Berita Banyumas

Warga Menggala Banyumas Geruduk BPTU Sapi, Minta Pengelola Bertanggung Jawab atas Banjir Bandang

Warga Menggala, Cilongok, Banyumas, menggeruduk BPTU Sapi meminta pengelola bertanggung jawab atas banjir yang melanda wilayah tersebut, Kamis sore.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Kiriman warga
Sejumlah warga di Dusun Menggala, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, ramai-ramai menuju kantor Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi di wilayah tersebut, Kamis (22/9/2022) sore. Mereka menduga, banjir berarus deras yang melanda wilayah tersebut dipicu meluapnya air dari kolam penampungan kotoran sapi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Banjir berarus deras di Dusun Menggala, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (22/9/2022), diduga dipicu pendalaman bak tampung kotoran di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi.

Warga meminta pengelola bertanggung jawab. Hal ini disampaikan saat mereka menggeruduk BPTU, Kamis sore.

Informasi yang diterima dari warga, banjir terjadi akibat bak tampung kotoran di BPTU meluap. Bak tersebut tengah dikuras dan dilakukan pendalaman.

Namun, saat pendalaman dilakukan, air dari bak penampungan tersebut dialirkan ke saluran air lain hingga over kapasitas.

"Sehingga, air keluar tidak terkontrol yang menyebabkan banjir bandang terjadi di wilayah tersebut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Budi Nugroho, Kamis.

Baca juga: Akses Menuju Curug Cipendok Banyumas Terganggu Banjir, Air Bersumber dari Luapan Embung

Baca juga: Embung Dekat Curug Cipendok Meluap karena Hujan, Pengendara Motor Nyaris Hanyut Terbawa Arus

Ia mengatakan, banjir yang terjadi Rabu juga dipicu masalah yang sama.

Diberitakan sebelumnya, banjir melanda Dusun Menggala, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis sore.

Banjir sekitar pukul 14.30 WIB itu terjadi setelah hujan lebat sejak pukul 13.00 WIB.

Ini merpakan banjir kedua. Rabu sore, saat hujan lebat turun, banjir juga melanda wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat jalur timur atau jalur utama menuju tempat wisata Curug Cipendok tertutup aliran banjir.

Salah satu warga Karangtengah, Ripto Sudarmo mengatakan, ada dua embung di wilayah itu.

Satu embung sedang dinormalisasi.

Baca juga: 12 Parpol di Banyumas Ini Setor Data Keanggotaan Kurang dari 1.000 Orang, Butuh Perbaikan!

Baca juga: Seorang Pemuda Tepergok Lempar Paket Obat Psikotropika ke Rutan Banyumas, Mengaku Pesanan 2 Napi

Kondisi ini membuat embung yang ada tak maksimal menampung air hujan hingga akhirnya meluap.

"Luapan air dari embung mengalir deras ke bawah lewat selokan hingga meluap ke jalan," katanya.

Jalan menuju Curug Cipendok memiliki kontur menurun.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved