Sengketa Kebondalem Banyumas

KRONOLOGI Sengketa Kebondalem Antara Pemkab Banyumas vs PT GCG, Berjalan Lebih dari 30 Tahun

Sengketa lahan di kawasan pusat bisnis Kebondalem Purwokerto antara Pemkab Banyumas dan PT Graha Citra Guna telah berlangsung lebih dari 30 tahun.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Pemotor melintas di dekat lahan Kebondalem Purwokerto yang menjadi sengketa antara Pemkab Banyumas dengan PT Graha Cita Guna (GCG), Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sengketa lahan di kawasan pusat bisnis Kebondalem Purwokerto antara Pemkab Banyumas dan PT Graha Citra Guna telah berlangsung lebih dari 30 tahun.

Kuasa Hukum PT GCG Agoes Djatmiko mengungkapkan, kasus ini berawal dari keinginan Pemkab Banyumas menyulap lahan eks terminal Kebondalem menjadi pusat bisnis dan grosir terbesar di Jawa Tengah bagian selatan, layaknya Tanah Abang di Jakarta.

Terminal Kebondalem sendiri dipindahkan ke terminal baru pada tahun 1986.

Di lahan eks terminal ini akan dibangun gedung empat lantai yang akan menjadi pusat pakaian, elektronik, juga taman hiburan rakyat.

Untuk mewujudkannya, Pemkab Banyumas mengikat perjanjian dengan PT Graha Cita Guna (CGN) sebagai pengelola.

Pemkab Banyumas memberikan izin kepada PT GCG mengelola bekas lahan terminal menjadi pusat perbelanjaan selama 30 tahun, kios selama 15 tahun, dan taman hiburan rakyat selama 20 tahun.

Baca juga: Putusan MA Soal Sengketa Kebondalem Belum Turun, PT GCG Minta Bupati Banyumas Bijak Berkomentar

Baca juga: Kalah dalam Gugatan Sengketa Lahan Kebondalem, Bupati Banyumas Akan Konsulasi dengan JPN

Namun, sebagai kompensasi mendapat hak pengelolaan, PT GCG harus membangun dua unit SD, satu unit kantor Perwakilan Pendidikan dan Kebudayaan, serta 15 kios.

Hanya saja, dalam perjalannnya, perjanjian antara Pemkab Banyumas dan PT GCG bermasalah.

PT GCG menilai, Pemkab Banyumas melakukan wanprestasi karena tidak memenuhi klausul yang dijanjikan.

PT GCG kemudian menggugat Pemkab Banyumas ke pengadilan dengan nilai kerugian materiil Rp24 miliar serta kerugian imateriil Rp20 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved