Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Jateng

Ganjar Geram BLT BBM di Blora dan Brebes Disunat: Jangan Main-main!

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo geram mengetahui bahwa bantuan langsung tunai (BLT) BBM disunat.

Tayang:
Tribunjateng.com/Yayan
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ganjar geram mengetahui ada penyunatan uang BLT BBM di Brebes dan Blora. Ganjar meminta agar jangan main-main dengan rakyat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo geram mengetahui bahwa bantuan langsung tunai (BLT) BBM disunat.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerima BLT BBM di Brebes dan Blora mengeluhkan potongan.

Di Desa Cikakak, Banjarharjo, Brebes, penerima BLT BBM diminta iuran Rp 100 ribu untuk acara sedekah bumi atau Bumian tahun 2023.

Iuran tersebut diserahkan ke masing-masing RT setelah warga penerima manfaat menerima bantuan dari Kantor POS.

Baca juga: Istri Kadus di Blora Diduga Potong BLT BBM Warga, Setiap Orang Setor Rp20 Ribu

Sementara, di Blora, Ganjar mendapatkan laporan terkait dugaan penyunatan dana BLT BBM di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Kasus tersebut diduga dilakukan oleh istri perangkat desa sempat dengan modus memotong bantuan sebesar Rp 20 ribu per KPM.

Gubernur Ganjar menegaskan kepada seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa untuk tidak memotong  dengan alasan apa pun.

Ia meminta agar polisi menindak tegas jika menemukan kasus pemotongan dana BLT.

Baca juga: Warga Somakaton Banyumas Mulai Terima BLT BBM, Antrean Menggunakan Nomor Urut

"Jangan potong BLT untuk alasan apa pun.

Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu.

Jangan main-main yang urusan rakyat ini," kata Ganjar usai menghadiri acara di Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (20/9/2022).

Kejadian itu sempat viral setelah ada warga yang mengunggah video di media sosial.

Baca juga: 845 Keluarga di Majenang Cilacap Mulai Terima BLT BBM, Partini: Alhamudillah, Terbantu Sekali

Video itu berisi seorang wanita yang diduga istri perangkat desa mengumpulkan uang dari warga dengan alasan untuk fotokopi dan beli es. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, istri perangkat desa tersebut memotong dana BLT BBM setelah penerima bantuan menerima uang.

Alasan pemotongan tersebut digunakan untuk iuran.

"Tadi saya kontak dengan Bupati Blora.

Hari ini sudah diperiksa polisi, alasannya tidak tahu.

Besok pagi seluruh Kades akan dikumpulkan, dan Bupati Blora minta agar saya ikut bicara dan besok saya akan ikut bicara," katanya.

Baca juga: Warga Karangwangkal Banyumas Mulai Terima BLT BBM: Meski Tidak Cukup Tapi Alhamdulillah

"Ini berlaku untuk seluruh desa.

Bukan hanya di Blora.

Jangan potong BLT untuk alasan apa pun.

Alasannya kemarin adalah untuk iuran, nggak ada itu.

Itu menjadi modus saja," tegas Ganjar.

Baca juga: 182.500 Keluarga di Cilacap Bakal Terima BLT BBM, Bantuan Dicairkan Lewat Kantor Pos

Ganjar mengatakan akan turun langsung ke Blora untuk memberikan pemahaman kepada seluruh kepala desa.

Ia berharap dari kasus itu semua perangkat dapat menjaga integritasnya.

"Kepolisian sudah memeriksa, besok dikumpulkan, mudah-mudahan semuanya paham," katanya.

Informasi terakhir, uang hasil pemotongan dana BLT BBM itu sudah dikembalikan.

Hal itu dilakukan setelah kepolisian turun untuk melakukan penyelidikan.(*)

Baca juga: Alhamdulillah. Bupati Banyumas Beri Bocoran Nominal BLT BBM Naik Jadi Rp 250 Per Bulan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved