Berita Banyumas

Kenalkan Permainan Tradisional, SD Negeri 3 Pasinggangan Banyumas Ajak Siswa Buat dan Belajar Egrang

Para pelajar SD Negeri 3 Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, diperkenalkan pada permainan tradisional egrang, Kamis (15/9/2022).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/PEMKAB BANYUMAS
Pelajar SD Negeri 3 Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, bermain egrang di halaman sekolah, Kamis (15/9/2022). Kegiatan ini merupakan bagian dari muatan pelajaran Budaya Banyumasan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Para pelajar SD Negeri 3 Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, diperkenalkan pada permainan tradisional egrang, Kamis (15/9/2022).

Mereka pun terlihat antusias mencoba berjalan di atas egrang.

Atun Flurrianti, Guru kelas 6 SD Negeri 3 Pasinggangan mengatakan kegiatan memperkenalkan egrang merupakan bagian dari muatan pelajaran Budaya Banyumasan.

Baca juga: Jangan Dibuang! Tim PKM Unsoed Ajak Warga Banyumas Daur Ulang Jelantah Jadi Sabun atau Lilin

Baca juga: Kalah dalam Gugatan Sengketa Lahan Kebondalem, Bupati Banyumas Akan Konsulasi dengan JPN

Dia prihatin, anak-anak zaman sekarang jarang, bahkan tak mengenal permainan tradisional.

Mereka lebih banyak berinteraksi dengan teknologi dan handphone.

"Ada 21 siswa kelas 6 mengikuti penilaian bermain egrang di halaman sekolah pada jam pelajaran Budaya Banyumasan," katanya.

Atun mengatakan, sebelumnya, anak didiknya diminta membuat egrang dan berlatih di rumah.

Sepekan kemudian, mereka diajak praktik di sekolah bersama teman-teman.

Baca juga: Warga Somakaton Banyumas Mulai Terima BLT BBM, Antrean Menggunakan Nomor Urut

Baca juga: Wacana Jokowi Maju Pilpres 2024 sebagai Wapres, Pakar Hukum dan Tata Negara Unsoed: Tidak Elok

Abid Rafie Gunawan, siswa kelas 6, mengaku senang bermain egrang.

"Aku senang berlatih bermain egrang. Apalagi, pas bisa jalan, rasanya puas dan senang sekali," kata Abid.

Namun, ada juga siswa yang kesulitan berjalan menggunakan egrang. Satu di antaranya, Verllyta Ragina.

"Susah. Tapi aku senang dan akan terus berlatih sampai bisa," tuturnya.

Atun berharap, pengenalan budaya lokal lebih banyak dimasukkan dalam kurikulum sehingga tidak akan hilang termakan waktu. (*)

Baca juga: Jelang Derby Muria Persipa Pati Vs Persijap Jepara, Salahudin: Kami Sudah Pelajari Permainan Mereka

Baca juga: Pemprov Jateng Pecat Dua Pegawainya yang Terlibat Kasus Mobil Goyang di Marina Semarang

Baca juga: Persiku Kudus Resmi Kerja Sama dengan Perusahaan Rokok untuk Tatap Liga 3 Jateng

Baca juga: Uang Rusak Dimakan Rayap Milik Penjaga SD di Solo Diganti Bank Indonesia, Total Rp20.220.000

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved