Berita Internasional

Hamas Kembali Eksekusi Lima Warga Palestina

Lima warga Palestina dieksekusi mati oleh Kelompok Islam Hamas yang berkuasa di Gaza.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
AFP PHOTO/MAHMUD HAMS
Ledakan besar akibat serangan udara di Jalur Gaza, yang dikontrol Hamas, terjadi Senin (11/5/2021). Israel melancarkan serangan udara di Gaza untuk membalas serangan roket dari Hamas, dalam bentrokan terbaru di Masjid Al Aqsa Palestina. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GAZA- Lima warga Palestina dieksekusi mati oleh Kelompok Islam Hamas yang berkuasa di Gaza.

Dua di antaranya divonis bersalah atas tuduhan spionase untuk Israel yang dimulai pada 2015 dan 2009. Tiga orang lainnya juga dieksekusi  atas tuduhan pembunuhan.

Baca juga: Balas Serangan Roket, Jet Tempur Israel Serang Hamas di Gaza

Baca juga: Hina Palestina di Tiktok, Siswi SMA di Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah. Dijerat Poin Tata Tertib

Baca juga: Israel Dapat Serangan Balik, 3 Roket Meluncur dari Wilayah Suriah. Perang Dikhawatirkan Meluas

Dilatsir dari media asing BBC.com Kementerian Dalam Negeri mengatakan, eksekusi dilakukan pada Minggu (4/9/2022). Eksekusi dilakukan waktu subuh, dengan cara digantung atau ditembak.

Dalam  pernyataan tidak menyebutkan nama orang yang dieksekusi mereka hanya memberikan inisial dan usia korban.

CNN.com menyebutan bahwa Hamas hanya mengungkap identitas kedua orang tersebut, dengan mengumumkan mereka lahir pada 1978 dan 1968.

Korban kelahiran 1978 itu merupakan warga Khan Yunis, Jalur Gaza. Ia diyakini memberikan "informasi mengenai orang-orang yang tergabung dalam gerakan perlawanan, kediaman mereka, dan lokasi pelontar roket" pada 1991.

Sementara itu, korban yang lahir pada 1968 dituding memberikan informasi intelijen kepada Israel pada 2001 "yang berujung pada kematian warga."

Sebelumnya kelompok hak asasi manusia mengutuk eksekusi yang dilakukan oleh sebuah kelompok militan yang menguasai Gaza { Hamas}. 

"Kami mengutuk eksekusi lima tahanan di Gaza dan mendesak otoritas de facto di Gaza untuk menetapkan moratorium atas semua eksekusi," kata juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani dikutip dari AFPnews.

Baca juga: Israel Serang Gaza, Sirine Peringatan Tembakan Roket dari Palestina Terdengar di Perbatasan

Baca juga: Israel Serang Gaza Sehari Jelang Idulfitri, Serbuan Berlangsung Sepanjang Hari Sejak Matahari Terbit

Baca juga: Israel Serang Gaza, Sirine Peringatan Tembakan Roket dari Palestina Terdengar di Perbatasan

"Kami menyerukan Negara Palestina untuk mengambil tindakan tegas untuk menghapus hukuman mati di semua wilayahnya," imbuhnya.

Juru bicara kantor HAM PBB itu mengatakan bahwa eksekusi itu "melanggar hukum domestik Negara Palestina sendiri dan kewajibannya di bawah hukum internasional."

Sejak 2007  mereka menegaskan kendali atas Gaza, otoritas yang dikelola Hamas telah melakukan setidaknya 27 eksekusi,  dan yang terakhir pada April 2017.

Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada BBC.com bahwa salah satu dari mereka yang dieksekusi adalah seorang polisi Hamas yang menggunakan senjatanya untuk membunuh ayah mertuanya dan seorang gadis 13 tahun setelah terdapat masalah perselisihan keluarga  pada bulan Juli lalu.

Kejahatan itu memicu protes di daerah Beit Lahia, utara Gaza, di mana rumah dan toko dibakar.

Sementara itu, Hamas juga menguasai Jalur Gaza, di mana terdapat 2,3 juta warga Palestina  hidup di bawah blokade yang dipimpin Israel selama 15 tahun. (ADR)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved