Berita Internasional
Dukung Ukraina, Ben Stiller dan Sean Penn Dilarang Berkunjung ke Rusia
Rusia secara permanen melarang Ben Stiller dan Sean Penn memasuki negara Rusia karena mendukung pemerintahan Ukrania
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS.COM, MOSKOW - Rusia secara permanen melarang Ben Stiller dan Sean Penn memasuki negara Rusia.
Dilansir dari UNILAD.com, bukan hanya Ben Stiller dan Sean Penn saja yang dilarang masuk ke negara tersebut, bahkan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia membuat pengumuman tentang daftar nama warga negara Amerika yang dilarang masuk secara permanen ke Rusia terutama politisi AS terkemuka, pebisnis, dan komunitas.
Baca juga: Rusia Siap Teken Perjanjian Damai Namun Ragukan Niat Ukraina
Baca juga: Pejabat Ukraina Hadiri Misa Malam Paskah, Paus Fransiskus: Keberanian Kami Menemanimu
Baca juga: Puluhan Mayat Warga Sipil Ditemukan di Bucha Ukraina, Diduga Korban Pembantaian Tentara Rusia
Kementrian Federasi Rusia membuat isi pernyataan sebagai berikut "Menanggapi sanksi pribadi yang terus meluas oleh Administrasi Biden terhadap warga negara Rusia, terhadap sekelompok orang lain dari antara anggota Kongres AS , pejabat tinggi, perwakilan bisnis dan komunitas ahli, serta tokoh budaya (25 orang) dan larangan masuk ke Federasi Rusia secara permanen."
Peristiwa ini berawal dari Stiller dan Penn yang sama-sama melakukan perjalanan ke Ukraina sejak Rusia menginvasi lebih dari enam bulan lalu.
Kemudian Stiller mendukung Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan mengatakan "Kamu (Presiden Ukrania Zelensky) adalah pahlawanku".
Dikutip dari Variety.com selain aktor Siller dan Penn yang dilarang masuk Rusia terdapat nama Senator Kirsten Cinema, Richard Scott, Patrick Toomey Jr. dan Mark Kelly, serta Wakil Menteri Perdagangan Matthew S. Alexrod, Don Graves, Thea Kandler dan Jeremy Pelter, dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo.
Saat berada di Ukraina Siller bertemu dengan orang-orang Ukraina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena invasi Rusia, dan dia mengunjungi pemukiman pendudukan di Kyiv.
"Saya bertemu orang-orang yang terkena dampak perang, dan mendengar bagaimana perang mengubah hidup mereka. Perang dan kekerasan menghancurkan orang-orang di seluruh dunia," kata Stiller dalam video yang diunggah ke Instagram.
"Tidak ada yang memilih untuk meninggalkan rumah mereka. Mencari keselamatan adalah hak dan harus dijunjung tinggi bagi setiap orang," lanjutnya.
Sementara Penn, berada di Ukraina untuk syuting film dokumenter tentang invasi Rusia.
Penn menghadiri konferensi pers dan bertemu dengan pejabat pemerintah Ukraina saat berada di negara itu. (***)
Baca juga: Ukraina Klaim Telah Merebut Lagi Semua Daerah di Sekitar Kiev, Pasukan Rusia Mulai Menarik Diri
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, Guru Besar Unsoed: Peran Aktif Indonesia Dibutuhkan
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, Romulo: Tak Ada Potensi Perang Dunia 3, Ibarat Mantan Pacar Diajak Balikan