Berita Kudus

ASN Pemkab Kudus Timbun 12 Ton Solar Bersubsidi, Disimpan di Gudang di Bae

Seorang ASN Pemkab Kudus menjadi tersangka kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi. Bersama dua orang lain, ASN tersebut menimbun 12 ton solar.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Sejumlah jeriken ditemukan di gudang di RT 01 RW 03, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, digunakan oknum ASN Pemkab Kudus menimbun solar bersubsidi, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Ka‎bupaten (Pemkab) Kudus, Abdul Wahab (42), menjadi tersangka kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

ASN yang bertugas di Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus itu diduga menimbun BBM bersubsidi jenis solar di sebuah gudang di Jalan Musi, RT 01 RW 03 Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Senin (5/9/2022), garis polisi terlihat terpasang di depan gudang sehingga warga yang tidak berkepentingan tidak diperkenankan masuk.

Sementara, di samping gudang, masih terlihat ‎tumpukan bak besar yang dipakai untuk menyimpan BBM subsidi tersebut.

Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, kejadian tersebut dibongkar polisi pada Kamis (18/8/2022) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dari gudang itu, polisi mengamankan barang bukti berupa solar subsidi sebanyak 12 ton.

Baca juga: Manajemen Perkenalkan Pemain Persiku Kudus, Suporter Berharap Tahun Depan Bisa Naik Kasta ke Liga 2

Baca juga: Harga BBM Bersubsidi Dikabarkan Naik Mulai 1 September 2022, SPBU di Kudus Mulai Dijaga Polisi

Dia menyampaikan, informasi terkait penimbunan solar ini diperoleh dari masyarakat.

"Dari penyelidikan, petugas berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Bae untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Wiraga.

Selain Wahab, yang merupakan warga Kecamatan Mejobo, polisi juga mengamankan ARY (28), warga Kecamatan Jati; dan AK (29), warga Kecamatan Bae Kudus.

Dari lokasi gudang, polisi mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya 12 ton solar bersubsidi, Kempu 17 buah yang terisi solar 12 ton, satu truk tangki warna biru bernomor polisi Z 9274 DA, dan satu unit mobil grandmax bernomor polisi K 8659 WK.

"Petugas juga mengamankan mesin pompa air satu unit, kempu dua buah yang tidak dipakai karena bocor, dua buah selang 10 meter," ungkap Kapolres Kudus.

Baca juga: LPj KONI Kudus Terkait Dana dari APBD 2021 Belum Beres, Persiku Terancam Tak Dapat Modal dari APBD

Baca juga: Warga Kudus Mengeluh, Elpiji Tabung 3 Kg Langka dan Mahal. Tembus Rp 25 Ribu Per Tabung

Ketiga pelaku akan dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas yang telah diubah sebagaimana Pasal 40 sektor Minyak dan Gas Bumi angka 9 UU Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja JO Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, Kepala Desa Bae Agung Budianto, mengakui adanya penggerebekan gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan solar bersubsidi di wilayahnya.

"Itu gudangnya milik pak Kacuk, panggilannya. Sudah sekitar dua atau tiga pekan (digerebek-red)," ujar dia.

Agung menyampaikan, selama ini, tidak mengetahui aktivitas yang ada di lokasi tersebut.

"Saya ‎tidak tahu, tahunya hanya gudang biasa," ujarnya. (Raka F Pujangga)

Baca juga: Tercatat Ganda sebagai Anggota Parpol, Sejumlah Warga Datangi KPU Jepara untuk Klarifikasi

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Batang: Minibus Dikemudikan Sopir Cadangan, Sopir Utama Tewas

Baca juga: Gelar Demo Tolak Harga BBM Bersubsidi Naik, Mahasiswa Banyumas Desak Ketua DPRD dan Bupati Sepakat

Baca juga: Pengemudi Mikrobus Rute Tegal-Pemalang Bakal Naikkan Tarif Mulai Besok, Ini Kisarannya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved