Berita Banyumas

Pedagang Bolu Kukus di Kranji Banyumas Sambat, Harga Telur dan Terigu Naik Terus

Pelaku UMKM bolu kukus dan brownies di Kelurahan Kranji, Purwokerto, Banyumas, mengeluhkan kenaikan harga telur ayam dan terigu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Dewi Okta Sintawati (42), pengusaha UMKM bolu kukus Di Kelurahan Kranji, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, menunjukkan bolu kukus buatannya, Kamis (25/8/2022). Dewi mengeluhkan kenaikan harga telur ayam dan tepung terigu yang berimbas pada penjualan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kenaikan harga telur ayam ras di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, membuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bidang makanan, menjerit.

Mereka pun harus memutar otak agar kenaikan harga telur ayam tak berimbas pada penurunan penjualan.

Satu di antara pelaku UMKM terdampak kadalah Dewi Okta Sintawati (42), pengusaha kue bolu kukus dan brownies di Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas.

"Saya makin puyeng. Biasanya, memang (harga telur) naik tapi segera turun lagi."

"Tapi, ini naik dan tidak turun-turun," keluhnya saat ditemui Tribunbanyumas.com di rumahnya, Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Harga Telur Ayam di Salatiga Tembus Rp 29 Ribu/Kg, Pedagang Sambat Jumlah Pembeli Turun

Baca juga: Ganjar Cek Harga di Pasar Banyumas, Harga Telur dan Bumbu Dapur Banyak Dikeluhkan Pedagang

Dewi mengatakan, sepanjang dia membuka usaha bolu kukus, sejak 2011, kenaikan harga telur kali ini tertinggi.

"Sempat turun ke Rp 25 ribu, naik lagi sampai Rp 30 ribu, bahkan ada yang sampai Rp 32 ribu," terangnya.

Kondisi ini pun membuat Dewi mengalami dilema.

Jika dia menaikkan harga bolu kukus yang dijual, tentu akan memengaruhi penjualan.

Dia pun mencari cara, satu di antaranya menambah produksi dan memperluas pasar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved