Berita Nasional

Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Anak Indekos Siap-siap!

Kenaikan harga mie instan yang merupakan kegemaran anak indekos ini disebabkan dampak dari perang antara Rusia dan Ukraina.

Kontan.co/Muradi
Ilustrasi mi instan dijual di pasaran. Harga mi instan diprediksi naik signifikan hingga 3 kali lipat karena dampak pengaruh perang Rusia-Ukraina. 

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan saat ini terjadi kenaikan harga pangan dunia, terutama komoditas gandum.

Diketahui saat ini Indonesia kata Presiden mengimpor 11 juta ton gandum untuk kebutuhan dalam negeri.

Ini hati-hati, yang suka makan roti, yang suka makan mie (instan).

Bisa harganya naik," kata Jokowi dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional di Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/7/2022) silam.

Kata Pengusaha

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus (Franky) Welirang mengatakan, kenaikan harga komoditas gandum susah terjadi sejak 2021 hingga saat ini.

Tercatat, harga gandum dunia pada Juni 2022 berada di kisaran 459,59 dolar AS pernah ton, dan pada tahun lalu masih di posisi 231 dolar AS per ton.

Baca juga: Rekomendasi 3 Warung Mi Ayam Enak di Cilacap: Ada Pilihan Mi Ayam Rendang hingga Berlauk Ceker

Masing-masing usaha ada system costing yang mereka jaga dan semuanya tentu tahu tata cara menanganinya. Sampai saat ini semua berjalan lancar dan baik-baik saja," kata Franky saat dihubungi, Kamis (21/7/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

Namun, Franky tidak menjabarkan langkah atau strategi pelaku usaha di tengah naiknya bahan baku, apakah menekan biaya produksi atau menaikkan harga jual ke konsumen.

"Semua naik, harga plastik naik, harga karton naik, harga minyak goreng naik, harga cabai dan bawang naik, itu semua berdampak," tutur Franky.

Bertemu Zelensky dan Putin, Jokowi Ingin Normalkan Pasokan Gandum

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjelaskan tentang terdampaknya pasokan pangan dari perang Rusia dan Ukraina.

Hal itu disampaikannya usai bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ukraina pada Rabu (29/6/2022).

Jokowi mengungkapkan, ada 22 juta ton gandum yang tidak bisa keluar dari Ukraina. Ditambah ada 55 juta hasil panen ke depan dari petani.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved