Berita Solo

Terpapar PMK, Kebo Bule Keraton Solo Bakal Absen di Kirab Malam Satu Suro

Kerbau (kebo) bule dimungkinkan tak akan memeriahkan tradisi kirab Malam Satu Suro Keraton Kasunanan Solo, Sabtu (29/72022), pekan depan.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Dok Polresta Solo
Personel Polresta Solo bersama Dispertan Kota Solo saat melakukan penyemprotan disinfektan di kandang Kebo Bule yang berada di Kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/7/2022). Sejumlah kebo bule keturunan Kiai Slamet dimungkinkan tak akan mengikuti kirab Malam Satu Suro lantaran terpapar penyakit mulut dan kuku. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kerbau (kebo) bule dimungkinkan tak akan memeriahkan tradisi kirab Malam Satu Suro Keraton Kasunanan Solo, Sabtu (29/72022), pekan depan.

Absennya kebo keturunan Kiai Slamet dalam kirab Malam Satu Suro dimungkinkan terjadi karena paparan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Ada tujuh kebo bule, yang merupakan pasukan inti kirab, terjangkit PMK.

Sebelumnya, ada satu kebo bule bernama Apon, yang mati akibat PMK.

"Kebo inti itu istilahnya, intinya Kiai Slamet itu ada di situ. Kalau yang lain itu keturunan-keturunan. Yang tujuh ini, sama yang meninggal kemarin," jelas Ketua Pengelola Alun-Alun Selatan GKR Timoer Kusuma Dewayani menyampaikan, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga: Apon, Kebo Bule Betina Keraton Solo Mati. Terindikasi Terpapar PMK

Baca juga: Pastikan Kesehatan Kebo Bule Jelang Kirab Satu Suro di Tengah Wabah PMK di Solo

Sebagai informasi, saat ini, Keraton Kasunanan Solo memiliki 32 kerbau keturunan Kiai Slamet.

Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya dipelihara di Kandang Mahesa Pusaka kawasan Alun-alun Selatan.

Sisanya, tersebar di Ponorogo (Jawa Timur), Boyolali, dan Sukoharjo (Jawa Tengah).

"Apon yang meninggal kemarin itu, istilahnya, mbok-mbok ane. Biasanya, kalau dikirab, yang lain mengikuti si Apon ini," jelasnya.

Meski ada beberapa kerbau bule keturunan yang dipelihara di luar kawasan Alun-Alun Selatan, kerbau-kerbau itu tidak bisa mengikuti kirab.

"Itu tidak bisa ya, kalau kirab itu pasukan inti. Lha pasukan intinya ini sedang (terkena) PMK. Yang lain belum pernah diajari untuk ikut kirab," tuturnya.

Baca juga: Solo Sabet Juara Umum, Berikut Ini Klasemen Akhir Popda Jateng 2022

Baca juga: Warung Daging Anjing Masih Menjamur, Wali Kota Solo Gibran Bakal Panggil seusai Larangan Pemprov

Kerbau bule, selama ini, telah menjadi ikon dalam kirab Malam Satu Suro Keraton Kasunanan Solo.

Namun demikian, GKR Timoer mengungkapkan, dia, secara pribadi, tidak akan fokus pada kerbau tersebut, mengingat kondisi kerbau yang masih dalam pemulihan dari PMK.

"Eman kan kalau sampai jatuh sakit kemudian meninggal. Eman," jelasnya.

Kirab Malam Satu Suro biasanya dimulai pukul 00.00 WIB. Rombongan kirab yang terdiri dari rombongan keraton, abdi dalem, termasuk kebo bule, berjalan mengelilingi kawasan keraton.

Rute kirab dimulai dari Keraton Kasunanan Solo menuju Supit Urang, kemudian ke Gladak, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Slamet Riyadi, kemudian kembali ke keraton.

Rombongan kebo bule biasanya dinantikan warga yang menunggu di sepanjang jalan yang dilalui, menunggu kotoran kebo bule yang diyakini membawa berkah. (*)

Baca juga: PKB Kabupaten Pekalongan Mulai Terima Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024, Dibuka sampai Agustus

Baca juga: Terekam CCTV! Maling Satroni Rumah Warga Sumbang Banyumas, Gasak Cincin Emas dan Uang Tunai

Baca juga: Tak Pulang Tiga Hari, Kakek Sahudi Ditemukan Tewas di Saluran Air Desa Bumisari Purbalingga

Baca juga: Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini, Minggu 24 Juli 2022: Rp 1.005.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved