Berita Banyumas

Longsor Tutup Jalan, Warga dan Anak Sekolah di Dua Dusun di Cilongok Banyumas Terisolasi

Warga dua dusun di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, terisolasi akibat longsor di Dusun Glempang, Desa Sambirata, Rabu (13/7/2022) malam.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Tagana Banyumas
Tim gabungan dan warga membersihkan material longsor yang menutup jalan di Dusun Glempang, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kamis (14/7/2022) pagi. Longsor yang terjadi Rabu (13/7/2022) malam itu mengakibatkan dua dusun, yakni Dusun Pesawah, Desa Gununglurah; dan Dusun Karanggondang, Desa Sambirata; terisolasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Warga dua dusun di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, terisolasi akibat longsor di Dusun Glempang, Desa Sambirata, Rabu (13/7/2022) malam.

Material longsor dari tebing menutup satu-satunya akses jalan menuju dua dusun tersebut.

Kondisi ini membuat sejumlah warga tak bisa pulang ke rumah dan anak-anak sekolah, Kamis (14/7/2022) pagi, tak bisa bersekolah.

Kamis pagi, tim gabungan dan warga masih berupaya membersihkan material longsor yang menutup jalan.

Dua dusun yang terisolasi adalah Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah; dan Dusun Karanggondang, Desa Sambirata.

Ada ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di dua dusun tersebut.

Baca juga: Polresta Banyumas Musnahkan 800 Knalpot Brong, Pemilik Dikenai Tilang

Baca juga: Dua Cincin Nenek di Somagede Banyumas Raib setelah Bertemu Pria Bersorban Putih

Amir, warga Dusun Pesawahan, mengungkapkan, longsor terjadi sekira pukul 22.00 WIB.

"Sebelum terjadi longsor, hujan deras terjadi sejak Rabu sore. Bahkan, hingga Kamis pagi, hujan masih terjadi".

"Sehingga, tebing yang berada di lahan Perhutani, setinggi sekitar 50 meter, longsor dan menimpa akses jalan," jelas Amir kepada Tribunbanyumas.com.

Menurut Amir, di dusunnya, terdapat 125 KK yang terpaksa tak bisa keluar dusun. Mereka masih menunggu penyingkiran material longsor.

"Jadi, anak-anak sekolah di bawah tidak bisa berangkat karena ini satu-satunya akses ke Pesawahan dan Karanggondang, tidak ada jalan lain," imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Sambirata Tarwan mengatakan, ada sejumlah warganya, pada Rabu malam, juga tidak bisa pulang ke rumah seusai mengikuti pertemuan warga di Balai Desa Sambirata.

Mereka terpaksa tidur di rumah warga lain yang berada di luar Dusun Karanggondang.

Baca juga: Jejak Seni Wayang Banyumasan Terekam di Museum Wayang Banyumas: Koleksi dari Bali hingga China

Baca juga: Polresta Banyumas Tangkap 14 Pencuri. Saat Beraksi, Ada Pelaku yang Melakukan Penyekapan

Di Dusun Karanggondang, terdapat 279 KK.

Longsor juga membuat akses ekonomi warga lumpuh. Mereka tak bisa pergi ke pasar menjual hasil pertanian, khususnya kapulaga.

Tarwan mengatakan, wilayah tersebut memang masuk daerah rawan longsor.

"Sekarang masih kerja bakti membersihkan material longsor. Paling tidak, akses jalan bisa dibuka," ucapnya. (*)

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 14 Juli 2022: Rp 999.000 Per Gram

Baca juga: Ganjar Kunjungi SMK di Magelang yang Setiap Tahun Lulusannya Dikirim Bekerja di Luar Negeri

Baca juga: Hati-hati Bunda, Jajanan Ciki Kebul atau Napas Naga Bikin Anak TK Terbakar di Ponorogo

Baca juga: Nyambi Jadi Copet, 5 Suporter Arema FC Ditangkap saat Laga Semifinal Piala Presiden di Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved