BBPOM Semarang

13,07 Persen Makanan di Jawa Tengah Mengandung Bahan Berbahaya, Dijual di Pasar Tradisional

Di Jawa Tengah masih terdapat 13,07 persen makanan yang mengandung bahan berbahaya dijual di pasar tradisional.

Penulis: faisal affan | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Petugas Dinkes Kota Tegal menunjukkan makanan berbahaya yang dijual di Pasar Tradisional berupa ikan cumi yang mengandung formalin yang ditemukan di Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Di Jawa Tengah masih terdapat 13,07 persen makanan yang mengandung bahan berbahaya dijual di pasar tradisional.

Padahal angka secara nasional hanya 4 persen makanan yang mengandung bahan berbahaya.

"Di Jawa Tengah masih 13,07 persen makanan mengandung zat berbahaya.

Ini disebabkan salah satunya karena budaya," kata Kepala Balai POM di Semarang, Sandra MP Linthin saat FGD Pasar Pangan Aman Berbasis Komuntas di Hotel Santika Semarang, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Selama Ramadan, Loka POM Banyumas Keliling Cek Kandungan Sampel Takjil: Sampai Hari Ini, Masih Aman

Menurut Kepala Balai POM, jika tidak menggunakan bahan yang tergolong berbahaya, produsen menuturkan ada perbedaan pada rasa dan tekstur.

Akibatnya, kata dia, barang dagangannya kurang laku.

Hingga saat ini masyarakat di Jawa Tengah masih dihantui oleh makanan yang mengandung zat berbahaya.

Maka untuk mencegah masyarakat mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya, Badan POM selenggarakan FGD Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Hotel Santika Semarang, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Cek Pasar Tradisional, Tim Loka POM Banyumas Masih Temukan Makanan Berformalin dan Kedaluwarsa

Kondisi tersebut menjadi tantangan Balai Besar POM di Semarang untuk memberdayakan masyarakat, supaya bisa memahami bahaya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya.

Sandra juga tidak selalu menyalahkan pedagang, jika menjual makanan mengandung zat berbahaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved