Berita Semarang

Tahun Ajaran Baru di Kota Semarang Dilaksanakan PTM 100 Persen, Gunakan Kurikulum Merdeka

Tahun ajaran baru di Kota Semarang akan dimulai secara tatap muka (PTM), Senin (11/7/2022).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang meninjau uji coba pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu. Tahun ajaran baru di Kota Semarang akan dimulai secara tatap muka (PTM), Senin (11/7/2022), menggunakan Kurikulum Merdeka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tahun ajaran baru di Kota Semarang akan dimulai secara tatap muka (PTM), Senin (11/7/2022).

Kegiatan ini akan dilaksanakan sesuai aturan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan teknologi (Kemendikbud Ristek) RI.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan, pembelajaran pada tahun ajaran baru akan mulai menggunakan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum ini tetap mengusung pembelajaran tatap muka namun juga ada project berbasis penguatan profil pada peserta didik.

Baca juga: Sekolah dan Kantin di Kota Semarang Sudah Boleh Buka, Wali Kota: Asal Semua Sudah Vaksin Booster

Baca juga: Alhamdulillah, Dana Transportasi Ketua RT dan RW di Kota Semarang Naik Rp 150 Ribu Mulai 2023

Kurikulum Merdeka ini akan diterapkan unyuk siswa baru kelas 7 SMP dan kelas 1 SD.

Selain itu, kelas 4 SD juga akan mendapatkan Kurikulum Merdeka.

"Tahun ajaran baru kelas 7 SMP menggunakan Kurikulum Merdeka, pembelajarannya akan menyesuaikan ketentuan di Kurikulum Merdeka, yakni ada pembelajaran tatap muka dan pembelajaran sistem project," jelas Ahsan, Minggu (10/7/2022).

Kurikulum Merdeka ini difokuskan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa mencapai serta meningkatkan kompetensi.

Sehingga, Kurikulum Merdeka memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.

Lebih lanjut, Ahsan menambahkan, kegiatan belajar mengajar di Kota Semarang akan berjalan dengan kapasitas 100 persen tatap muka sesuai aturan PPKM Level 1 yang saat ini diterapkan di Kota Semarang.

"Kami ikuti ketentuan untuk wilayah PPKM Level 1, seperti Kota Semarang ini, kami bisa PTM 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: 5367 Lulusan SD di Kota Semarang Tak Tertampung di SMP Negeri, Disdik: Bisa Ke Sekolah Swasta Gratis

Baca juga: Bagi yang Suka Tawuran di Kota Semarang, Ada Kesempatan untuk Jadi Atlet Tinju

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dengan baik selama siswa berada di sekolah.

Seluruh pihak sekolah harus sudah melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

"Penekanannya, ya mereka harus segera vaksin booster. Jadi, saya berharap, semua petugas di sekolahan, termasuk peserta didiknya, sudah menyelesaikan vaksin ketiga," pintanya.

Dia berpesan, semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran tatap muka di sekolah menjaga diri dan meminimalkan penularan Covid-19 di sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved