Berita Kendal
Cegah PMK, Pedagang Sapi di Kendal Jual Hewan Kurban secara Daring: Kirim Foto dan Perkiraan Berat
Pedagang sapi di Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kendal, Anang Suharmadi, memilih menjual sapi secara daring atau online menjelang Iduladha 2022.
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pedagang hewan ternak di Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Anang Suharmadi, memilih menjual sapi secara daring atau online menjelang Iduladha 2022.
Sistem penjualan daring dilakukan untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah mewabah hewan ternak.
Anang mengatakan, cara ini cukup efektif. Dari 27 ekor yang disediakan, 25 sapi sudah terjual.
Anang menawarkan lewat cara mengirim foto sapi dan taksiran berat ke calon pembeli.
"Saya perhatikan betul kebersihannya (sapi) dua kali sehari, vitamin, obat cacing, suplemen, hingga pakanan."
"Kami juga siapkan armada khusus pribadi untuk mengangkut sapi-sapi ke tempat penyembelihan," ujarnya.
Anang juga tak melayani pembelian langsung di kandang. Hal ini dilakukan untuk mencegah sapi di kandang tertular virus PMK yang mungkin terbawa pengunjung.
Baca juga: Berbekal Kunci L, Warga Batang dan Kendal Bobol Toko dan Gondol Rokok Puluhan Bungkus
Baca juga: Nenek Pemulung di Kendal Bersyukur Bisa Berkurban Sapi, Hasil Tabungan 15 Tahun
Sapi kurban milik Anang dijual dengan harga Rp 25 juta-Rp 60 juta. Satu di antaranya, dibeli Bupati Kendal Dico M Ganinduto dengan berat hampir 1 ton.
Anang juga menggandeng dokter hewan dari dinas untuk mengecek kesehatan sapi setiap hari.
"Alhamdulillah, semua sapi saya sehat. Saya memang dari awal tidak mau berspekulasi menambah hewan ternak ketika wabah PMK mulai merebak, lockdown langsung sejak Januari," ucapnya.
Pedagang lain di Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Mukhlisin, menuturkan, belasan sapinya sudah laku terjual.
Sapi-sapi itu laku terjual dengan harga Rp 20 juta-Rp 30 juta per ekor.
Hanya saja, pihaknya membutuhkan SKKH dari dinas agar sapi-sapinya bisa diantar ke pembeli.
Utamanya, bagi dua ekor sapi yang akan diantar ke Purwokerto dan Batang.
"Ini kami masih urus SKKH sebagai syarat pengiriman sapi sebagai jaminan kesehatan dari dinas," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Petugas-Dinas-Pertanian-dan-Pangan-DPP-Kendal-mengecek-kesehatan-hewan-korban-jelang-Iduladha.jpg)