Berita Semarang
Mantan Manajer Kelab Malam di Kota Semarang Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Pemilik Cium Bau Busuk
Mantan manajer sebuah kelab malam di Kota Semarang, Endang Soeprieyatna (63) alias Roy, ditemukan tewas di kamar kosnya, Jumat (1/7/2022).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Mantan manajer sebuah kelab malam di Kota Semarang, Endang Soeprieyatna (63) alias Roy, ditemukan tewas di kamar kosnya, Jumat (1/7/2022) sekira pukul 09.00 WIB.
Pemilik kos menemukan Roy dalam kondisi tak bernyawa setelah mencium bau busuk dari kamar Roy.
Warga Jalan Pala, Null, Kecamatan Taman Sari, DKI Jakarta itu, diduga meninggal dua sampai tiga hari sebelum ditemukan.
"Saya dapat keluhan dari penghuni kos, sudah dua hari ini bau busuk. Saya periksa, pagi ini, ternyata bersumber dari kamar korban," ujar pemilik kos, Karyanto, saat ditemui di kos miliknya.
Baca juga: Didominasi Warna Merah, Rumah Masa Kecil Menpan RB Tjahjo Kumolo di Kota Semarang
Baca juga: Proyek Tol Semarang-Demak Capai 85 Persen, Uji Coba Direncanakan November 2022
Roy menghuni kamar kos di Jalan Brotojoyo Utara RT 02 RW 09, Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Sudah enam bulan Roy tinggal di kos tersebut.
"Ya, sudah tua, sakit-sakitan. Korban sakit stroke ringan, jalan saja susah," papar Karyanto.
Menurut Karyanto, saat ditemukan, tubuh Roy dalam posisi miring ke kanan sambil memeluk bantal guling.
Roy hanya mengenakan celana kolor pendek berwarna hitam.
"Saya langsung lapor RT selepas tahu kondisi korban seperti itu," paparnya.
Mayat Roy kemudian dievakuasi tim Relawan Semarang Hebat (RSH).
Anggota Polsek Semarang Utara dan Tim Inafis Polrestabes Semarang yang memeriksa lokasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Diduga, Roy meninggal dunia karena sakit yang diderita.
Baca juga: Luas TPA Jatibarang Semarang Terus Menyusut, Diperkirakan 2 Bulan Lagi Tak Bisa Terima Sampah Baru
Baca juga: Enam Bulan, Tujuh Pria Tewas Kesetrum di Kota Semarang. Mayoritas Pekerja
Sementara itu, keterangan warga sekitar, Roy sudah lama tinggal di kawasan perkampungan tersebut.
Korban sering pindah kos namun masih dalam lingkup satu kampung.