Berita Jepara

Speak Up di Twitter, Pasien RSUD Kartini Jepara Mengaku Dilecehkan Perawat

Seorang perawat di RSUD Kartini Jepara diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya. Kasus ini terungkap setelah korban menulis di Twitter.

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Seorang perawat di RSUD Kartini Jepara diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya.

Kasus ini terungkap setelah korban menulis peristiwa yang dialami lewat media sosial Twitter @UpWanita, Minggu (26/6/2022) pukul 11.40 WIB.

Hingga Senin (27/6/2022), pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut telah di-retweets 2,679 akun, mendapat 6.689 likes, dan 333 quote tweets, dan lebih dari 400 tanggapan.

Baca juga: Pencuri Ayam Beraksi Jelang Subuh di Jepara, Ditangkap Warga, Polisi Upayakan Restorative Justice

Baca juga: Kuota Kurang, PPDB 18 SMP Negeri di Jepara Diperpanjang hingga 25 Juni 2022. Berikut Daftarnya

Dalam utas yang dibuat, pemilik akun mengaku mengalami pelecehan dari perawat pria saat terbaring di rumah sakit.

Perawat tersebut menyentuh area dada dan alat vital. Menurut korban, dalam sehari, perawat tersebut bisa sampai empat kali melakukan aksi bejatnya.

Korban mengaku tak bisa menghindar lantran dalam kondisi lemah.

"Memanfaatkan keadaanku yg terbaring lemah dengan enak nya tangan jahanamnya menyentuh bagian sensitif ku! Tidak hanya sekali, dalam sehari bisa 4x masuk ke kamar inap ku hnya utk melancarkan aksi bejat dan mesumnya!!!" tulis korban dalam satu utasnya.

Kejadian ini mengakibatkan trauma berkepanjangan.

Utas ini pun mendapat tanggapan dari Kompas Perempuan.

Dibebastugaskan Sementara

Saat dikonfirmasi, Humas RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara Edi Mulyanti mengaku telah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Pihaknya juga telah menindak terduga pelaku.

"Karyawan yang bersangkutan, untuk sementara, dibebastugaskan dan tidak melayani pasien secara langsung," kata Edi, Senin.

Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti keberadaan pasien, jadwal piket, dan tindakan medis sesuai status pasien.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengonfirmasi identitas korban untuk menggali informasi terkait kejadian ini.

"Kesimpulannya masih dalam pendalaman karena pelapor tidak jelas dan resmi atas identitasnya," imbuhnya. (*)

Baca juga: Sumbang 2 Gol di Penyisihan Grup A Piala Presiden 2022, Ini Kata Penyerang PSIS Hari Nur Yulianto

Baca juga: Seratusan Penggemar Ayam Pelung Ikuti Laber di Curug Song Banyumas, Lombakan Tiga Kategori

Baca juga: Diguyur Hujan, 6 Wilayah di Cilacap Dilanda Banjir dan Longsor. 4 Rumah Rusak

Baca juga: Puluhan Motor Terjaring Razia Knalpot Brong di Banyumas. Polisi Tilang 38 Pengendara

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved