Berita Pekalongan
Cerita Bule Perancis Nikahi Ning atau Putri Kiai Pekalongan: Love at First Sight saat Jadi Relawan
Kisah bule asal Perancis menikahi gadis asal Pekalongan, Jawa Tengah, pada 2018, sempat viral.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
Apalagi, dia dan Damien berasal dari latar belakang budaya berbeda.
KH Fachurddin pun sempat menolak pilihannya untuk menikah dengan bule.
Tetapi, orangtua Milla berubah pikiran setelah bertemu Damien.
"Saat itu bilang 'jangan aneh-aneh' (menikah dengan bule). Tapi, setelah abah ketemu, dalam hati 'masak ada yang mau masuk Islam kita tolak'."
"Jadi, saat itu, setahun sebelum pernikahan, abah membimbing Mas Damien masuk Islam," ungkap Milla.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Ajibarang Banyumas saat Jual Motor secara Daring
Baca juga: Tidak Asing dengan PSIS Semarang, Winger PSS Sleman: Harus Profesional dan Kerja Keras!
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Jumat 24 Juni 2022: Rp 1.034.000 Per Gram
Baca juga: Napas Pendek PSIS Semarang Kontra PSS Sleman di Laga Pamungkas Grup A Piala Presiden
Damien mengatakan, niatnya menjadi mualaf ada sejak lama.
Bahkan, sejak di Perancis, dia telah belajar tentang Islam dan memiliki banyak teman Muslim.
Keinginannya masuk Islam makin mantap setelah berada di Indonesia.
"Saya menjadi Muslim, setahun sebelum menikah," katanya.
Punya Restoran Pizza

Saat ini, Damien yang memutuskan tinggal di Indonesia, merintis restoran pizza yang diberi nama Chez Moi.
Damien mengatakan, pizza di tempat tersebut merupakan hasil racikannya.
Saat di Perancis, Damien pernah menjadi chef di restoran bernama Le Bercail.
Ayah dan kakak Damien juga seorang chef.
Tetapi, di sela-sela kesibukannya mengelola restoran pizza, Damien juga sering diundang untuk mengisi seminar bahasa di area Pekalongan.
"Jadi, istri bekerja berjualan batik, saya bekerja di restoran pizza. Dan restoran ini baru ada Februari 2022 kemarin," katanya.
Damien mengaku senang tinggal di Indonesia.
Tak hanya warganya yang ramah dan baik, dia juga menikmati tradisi yang hidup dan berkembang di lingkungan tempat tinggalnya.
"Target kami, semoga, usaha kami lebih ramai. Penjualan batik juga banyak pesanan," harapnya. (*)