Berita Tegal
Es Dawet Daun Kelor Tegal, Minuman Menyehatkan Terbuat dari Bahan Alami
Jika biasanya dawet terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan, di Slawi Kabupaten Tegal ada penjual es dawet yang terbuat dari bahan daun kelor.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Sebagian masyarakat Indonesia pastinya sudah tidak asing dengan salah satu minuman tradisional yang asalnya lebih dikenal dari Banjarnegara, Jawa Tengah yaitu dawet ayu.
Minuman dawet ayu memiliki perpaduan rasa gurih berasal dari santan, manis dari gula aren atau gula kelapa menjadi perpaduan yang menyegarkan.
Inovasi dan kreasi pembuatan es dawet terus berkembang.
Jika biasanya dawet terbuat dari bahan dasar tepung beras, tepung beras ketan, di Slawi Kabupaten Tegal ada penjual es dawet yang terbuat dari bahan dasar tidak biasa yaitu daun kelor.
Baca juga: Baru! Pemandian Air Hangat Onsen Guci Kabupaten Tegal Tawarkan Pemandangan Alam yang Instagramable
Sesuai namanya, es dawet daun kelor terbuat dari bahan dasar seperti tepung aren, tepung beras ketan, tepung tapioka, ditambah dengan air rebusan daun kelor dan daun pandan.
Sehingga es dawet daun kelor ini terbuat dari bahan-bahan alami termasuk pewarnanya hasil dari perpaduan daun kelor dan daun pandan.
Penjual es dawet daun kelor, Yanti (33) menceritakan pertama kali dirinya menemukan ide untuk membuat dawet berbahan daun kelor.
"Awal mula kepikiran membuka usaha es dawet daun kelor, karena kebetulan di samping rumah banyak sekali pohon daun kelor.
Kemudian saya berpikir kenapa tidak dibuat dawet saja karena kebetulan saya juga asli asal Banjarnegara.
Ya bisa dibilang berawal dari iseng dan memanfaatkan tanaman daun kelor yang banyak di sekitar rumah.
Terlebih daun kelor ini juga punya banyak manfaat untuk kesehatan sehingga harapannya bisa bermanfaat," ungkap Yanti kepada Tribunbanyumas.com belum lama ini.

Baca juga: Satu Bukti Tegal Dijuluki Jepangnya Indonesia, Sentral Kerajinan Logam Alat Rumah Tangga Sejak 1960
Dalam prosesnya, Yanti tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oleh beberapa karyawan.
Sementara, proses pembuatan dawet daun kelor, menurut Yanti tidak jauh berbeda dengan dawet ayu pada umumnya.
Bahan-bahan yang digunakan juga sama, pembedanya yakni hanya ada tambahan daun kelor saja.
Sehingga yang menjadi keunggulan, dawet daun kelor terbuat dari pewarna alami dan sudah pasti lebih sehat dan banyak manfaatnya.
Selain itu, untuk bahan gula kelapa atau gula murni yang digunakan, bahan didatangkan langsung dari Banjarnegara, sehingga dari sisi harga lebih mahal.
Karena jika menggunakan gula merah lokal, atau tidak asli dari Banjarnegara, Yanti mengaku rasa dawet yang dihasilkan akan berbeda.
Bahkan para pelanggan juga bisa merasakan perbedaannya.
Mereka akan langsung protes dan menanyakan kenapa gulanya berbeda dari biasanya.
Baca juga: Sehari Jelang Pencabutan Subsidi Minyak Goreng Curah, Pedagang di Kota Tegal Kesulitan Dapat Pasokan
Untuk pengolahan daun kelor, dijelaskan Yanti, setelah dipetik, kemudian dicuci atau dibersihkan, selanjutnya diblender bersama dengan daun pandan.
Setelah tercampur rata, diambil, kemudian ditambahkan air, dan disaring diambil airnya.
Kemudian dilanjutkan proses pengadonan seperti dicampur tepung yang sudah disebutkan sebelumnya.
Ketika sudah tercampur rata, baru adonan direbus, diaduk-aduk sampai tekstur menjadi kenyal dan siap dicetak menggunakan alat khusus.
"Es dawet daun kelor ini hanya bisa bertahan satu hari saja.
Jadi saat membeli kalau bisa langsung dihabiskan jangan disisakan untuk besok karena rasanya sudah tidak enak.
Ya kalau dagangan saya masih sisa, biasanya saya bagi-bagi ke panti asuhan terdekat.
Dawet saya ini selalu fresh dan baru," ujar Yanti.

Adapun kios es Dawet Daun Kelor ini dibuka sekitar Oktober 2020 lalu dan sampai saat ini sudah memiliki dua cabang.
Es dawet daun kelor bisa anda jumpai di salah satu kios berlokasi di Jalan Wahid Hasyim Slawi, tidak jauh dari Alun-alun Rumah Dinas Bupati Tegal.
Anda juga bisa menemukan kios es dawet daun kelor di kompleks Ruko Slawi, tepatnya berdekatan dengan rujak teplak mba pesek.
"Harga yang saya tawarkan misal untuk es dawet daun kelor yang original pakai gelas plastik Rp 6 ribu.
Sedangkan jika ingin varian rasa lainya saya juga menyediakan rasa strawberry, capucinno, bublegum, dan lain-lain, harga Rp 8 ribu.
Jika stok sedang ada, saya biasanya juga menyediakan toping durian harga Rp 13 ribu.
Untuk hajatan saya juga biasa menyediakan, harga jual Rp 3.200 per-cup kecil," terangnya.
Baca juga: Makin Mudah, Urus KTP atau KK di Kabupaten Tegal Bisa Lewat Whatsapp. Ini Nomor yang Bisa Dihubungi
Setiap harinya, Yanti mengaku bisa menjual sekitar 150-200 porsi es dawet daun kelor di dua cabang yang ada.
Bahkan pada saat bulan puasa kemarin, ia bisa menjual sampai 300 porsi es dawet daun kelor.
Adapun kios miliknya buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB - 16.00 WIB.
Pembeli es dawet daun kelor, Aisyah, menuturkan cukup sering membeli es dawet daun kelor mba Yanti.
Menurut Aisyah, rasa es dawet daun kelor ini enak lebih menyegarkan, dan berbeda dari yang lainnya.
Daun kelor, diakui Aisyah yang menjadi daya tarik utama dan membuatnya ingin mencoba.
"Setelah mencoba ternyata rasanya enak, tidak pahit atau apa, akhirnya keterusan sampai sekarang.
Ya rasanya menurut saya enak, segar, dan yang jelas beda dari es dawet lainnya.
Apalagi harga juga cukup terjangkau Rp 6 ribu per porsi," imbuh Aisyah. (*)