Breaking News:

Berita Batang

Kenalkan, Teh Racikan dari Batang yang Kaya Manfaat, Mulai untuk Diet hingga Antioksidan

Upaya memasyarakatkan konsumsi teh dilakukan peracik teh dari Kabupaten Batang, Ratih Anggun Perdhani, lewat racikan yang dihasilkan.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Peracik teh asal Batang, Ratih Anggun Perdhani, menunjukkan teh racikannya yang telah dikemas dan siap jual, Rabu (16/5/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Upaya memasyarakatkan konsumsi teh dilakukan peracik teh dari Kabupaten Batang, Ratih Anggun Perdhani, lewat racikan yang dihasilkan.

Setidaknya, ada tujuh varian teh hasil racikan Ratih yang diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan konsumsi teh masyarakat.

Ketujuh varian itu diberi nama menggunakan perpaduan bahasa Sansekerta dan Inggris.

Selain memunculkan kesan lokal, penamaan ini juga memicu rasa penasaran untuk membeli.

Tujuh varian teh itu adalah Swaran Blue, Santika, Dahayu, Nalawatea, Ramu Cotecaberry, Manala Chai, dan Darana Cocopandan.

Baca juga: Ungkapan Syukur Tukang Bengkel Sepeda Jadi Kepala Desa di Batang, Naik Onthel ke Pelantikan

Baca juga: Pasokan Tersendat akibat Penyakit Mulut dan Kuku, Harga Daging Sapi di Batang Tembus Rp 135 Ribu/Kg

Baca juga: Kasus DBD di Batang Tembus 80 Kejadian, 3 Pasien Meninggal Dunia

Baca juga: Dubes Korea Temui Ganjar Bicara Kesiapan Tenaga Kerja di KIT Batang

Ratih mengatakan, teh yang diracik tersebut merupakan produksi dari perkebunan teh di Batang.

Kemudian, dipadukan dengan berbagai rempah.

Saat ini, teh racikannya tak hanya dinikmati warga lokal tetapi juga telah melanglang ke berbagai negara di beberapa benua, di antaranya Italia, Inggris, Swiss, Australia, dan Norwegia.

Ratih mengaku, awalnya, dia lebih menikmati kopi dibanding teh.

Wanita 34 tahun ini mulai melirik teh setelah jatuh sakit dan tak boleh lagi mengonsumsi kopi.

Sejak itu, orangtua Ratih mulai mengenalkannya pada produk teh-teh lokal dari Kabupaten Batang.

Ia pun mulai tertarik dengan teh dari daerah Pagilaran.

"Tahun 2017, teh lokal Batang dari Pagilaran saya bawa ke Kota Semarang untuk dikenalkan dalam acara car free day. Dari situ, mulai serius menggarap bisnis tersebut," tutur Ratih saat ditemui, Rabu (15/6/2022).

Keseriusannya ditunjukkan lewat pengurusan izin usaha.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved