Berita Jepara

Gawat! Kasus PMK di Jepara Tembus 575 Ekor Ternak, Stok Obat Menipis

Jumlah hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jepara terus meroket. Hingga Selasa, tercatat ada 575 ternak positif PMK.

TRIBUNBANYUMAS/YUNAN SETIAWAN
Awi, peternak kerbau asal Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, mengecek kondisi kerbau miliknya dari paparan penyakit mulut dan kuku (PMK), beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Jumlah hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jepara terus meroket.

Catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Jepara, hingga Selasa (14/6/2022), kasus PMK mencapai 575 hewan.

Jumlah itu terdiri dari 528 sapi dan 77 kerbau.

Staf Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara Fajar Dwi Prasojo mengatakan, kasus tersebanyak ditemukan di Kecamatan Kembang, dengan 182 kasus.

Disusul, Kecamatan Bangsri 172 kasus, Kecamatan Welahan 66 kasus, Kecamatan Batealit 36 kasus, Kecamatan Keling 33 kasus, dan Kecamatan Donorojo 31 kasus.

Sementara, di Kecamatan Pakis Aji 14 kasus, Kecamatan Mlonggo 11 kasus, Kecamatan Mayong 15 kasus, Kecamatan Nalumsari 8 kasus, Kecamatan Tahunan 5 kasus, dan Kecamatan Pecangaan 3 kasus.

Menurut Fajar, hanya tiga kecamatan di Jepara yang terbebas dari PMK, yakni Kecamatan Kalinyamatan, Kecamatan Jepara, dan Kecamatan Kedung.

Baca juga: 46 Sapi di Jepara Terindikasi Terpapar Penyakit Mulut Kuku PMK, Rata-rata Berasal dari Jatim

Baca juga: Tidak Hanya Sapi, Kerbau di Jepara Juga Alami Gejala PMK, Ganjar: Pasar Hewan Tutup!

Baca juga: Diduga Karena Korsleting Listrik Las, Gudang Penyimpanan Genset di Kauman Jepara Terbakar

Baca juga: Tubuh Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Terbujur Kaku di Kamarnya di Pungkruk Jepara

Fajar menjelaskan, penanganan terhadap hewan bergejala PMK dilakukan lewat cara menyuntikkan antibiotik, vitamin, dan antiinflamansi, untuk luka bengkak sekaligus menurunkan suhu badan hewan.

Selain itu, pihaknya juga menyemprotkan antibiotik terhadap luka-luka hewan di bagian kuku.

Sayang, di tengah lonjakan kasus PMK, stok obat untuk kasus PMK di Jepara, menipis.

"Saat ini, obatnya menipis. Kami sudah minta ke Pemprov Jateng," katanya, Selasa.

Fajar mengatakan, kebutuhan obat itu mendesak karena jumlah hewan yang sakif terus bertambah.

Untuk itu, dia berharap, pasokan obat bisa segera tiba agar hewan-hewan yang masih suspek maupun positif PMK bisa ditangani baik. (*)

Baca juga: Ini Kondisi Terakhir Winger PSIS Semarang Rachmad Hidayat Yang Cedera Usai Cetak Gol

Baca juga: Ayah Mutilasi Anak Kandung di Riau, Polisi Kewalahan Temukan Bagian Tubuh

Baca juga: Warga Klaten Temukan Guci Kuno setelah Dengar Bisikan Gaib, Diduga Peninggalan Zaman Mataram

Baca juga: Manfaatkan! Ada Diskon bagi Peserta JKN-KIS Pekalongan saat Menginap dan Belanja di 5 Tempat Ini

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved