Berita Duka
Sosok Mendiang KH Dimyati Rois di Mata Santri: Keliling Warung Melunasi 'Bon' Para Santri
KH Dimyati Rois yang wafat pada Jumat (10/6/2022) dini hari akan terus dikenang terutama oleh para santrinya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - KH Dimyati Rois yang wafat pada Jumat (10/6/2022) dini hari akan terus dikenang terutama oleh para santrinya.
Seperti pepatah mengatakan gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, pun KH Dimyati yang wafat meninggalkan ilmu dan ajarannya untuk para santri.
Seorang santri Mbah Dim, panggilan KH Dimyati Rois, Ustaz Nur Hakim mengatakan, tidak bisa melupakai kebaikan dan ilmu yang sudah diberikan.
Baca juga: Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois Kaliwungu Kendal Wafat
Pria asal Pasarbatang Brebes ini sering mendapatkan kebaikan dari almarhum.
"Satu kisah yang saya kenang sampai sekarang, ketika santri liburan dan pulang ke rumah masing masing, beliau keliling warung melunasi bon santri.
Khususnya kepada santri Brebes seperti saya," kata Nur Hakim yang merupakan warga Pasarbatang, Brebes, Jumat.
Seperti diketahui, Mbah Dim yang merupakan Mustasyar PBNU tersebut merupakan kelahiran Tegalglagah, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.
Nur Hakim tidak percaya Mbah Dim meninggalkan umat begitu cepat.
Semua perilaku dan ajaran Mbah Dim akan terus melekat dalam diri Nur Hakim dalam mengamalkan ajaran Islam.
"Pertama masuk tahun 2013 sampai 2016, beliau sosok pendidik yang mementingkan umat," tandasnya.
Untuk diketahui, tokoh ulama dari Brebes, KH Subhan Makmun juga merupakan santri dari KH Dimyati Rois.
Abah Dim, panggilan akrab lain KH Dimyati Rois, meninggal dunia di Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang, Jawa Tengah pada sekitar pukul 01.13 WIB.
Almarhum juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jateng.
Selain menjabat sebagai Mustasyar PBNU, Mbah Dim juga merupakan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
KH Dimyati Rois lahir di Bulakamba, Brebes, pada 5 Juni 1945.