Berita Solo

Duga Ada Perlambatan, Panglima TNI Janji Kawal Kasus Prajurit Solo Tewas Dianiaya Senior di Papua

Perjuangan Sri Rejeki (50), warga Solo, Jawa Tengah, mencari keadilan atas kematian putranya, Sertu Marctyan Bayu Pratama, membuahkan hasil.

Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Perjuangan Sri Rejeki (50), warga Solo, Jawa Tengah, mencari keadilan atas kematian putranya, Sertu Marctyan Bayu Pratama, membuahkan hasil.

Kasus ini kini dalam pengawalan langsung Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Ditemui seusai rapat bersama Komisi I di DPR RI, Jakarta, Senin (6/6/2022), Andika bahkan mengucapkan terima kasih kepada Sri Rejeki yang angkat suara.

Andika mengatakan, berkat perjuangan Sri Rejeki, dirinya bisa mengetahui adanya kasus Sertu Bayu yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya dua seniornya saat bertugas di Timika Papua.

Andika pun langsung mencari informasi terkait kejadian tersebut.

Sertu Bayu diduga dianiaya oleh dua perwira berpangkat letnan satu (lettu) dan letnan dua (letda) ketika bertugas di Timika, Papua.

Ia meninggal pada 8 November 2021.

Baca juga: Ibu Prajurit TNI Solo Tuntut Keadilan. Anaknya Tewas saat Tugas di Papua, Diduga Dianiaya Dua Senior

Baca juga: Ajudan Gadungan Panglima TNI Ini Sukses Tipu Anggota TNI Rp 150 Juta, Ini Modusnya

Baca juga: Target Persis Solo di Piala Presiden 2022, Kaesang: Kalau Juara Nanti Dikatain Karena Anak Pak Lurah

Baca juga: Harus Dirujuk ke RS TNI, Keberangkatan Lima Calon Haji Embarkasi Solo Tertunda

Namun, penanganan kasus tak berjalan cepat. Andika menduga, ada yang sengaja memperlambat penanganan kasus penganiayaan yang menewaskan Sertu Bayu tersebut.

"Kalau saya sinyalir, ada bukti cukup kuat adanya kesengajaan melambat-lambatkan atau bahkan tidak membuka secara terang maka saya berikan konsekuensi," kata Andika.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa proses hukum terhadap penanganan kasus ini harus terus berjalan.

Bahkan, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu berjanji mengawal langsung kasus tersebut.

"Saya janji, saya akan kawal seperti halnya kasus hukum yang sudah terjadi kemarin," ucap dia.

Andika menjelaskan, pihak polisi militer sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Oditurat Militer Jayapura pada 13 Desember 2021.

Selanjutnya, Oditurat Militer Jayapura baru melimpahkan ke Oditurat Militer Jakarta pada 25 Mei 2022.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved