Berita Purbalingga
Ingin Majukan Desa, Pemuda asal Mrebet Purbalingga Dirikan Desamind
Pemuda asal Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Hardika Dwi Hermawan, membentuk organisasi sosial bernama Desamind.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Rasa peduli terhadap kemajuan desa mendorong pemuda asal Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Hardika Dwi Hermawan, membentuk organisasi sosial bernama Desamind.
Bersama beberapa temannya, pemuda berusia 29 tahun ini mendorong kemajuan desa mitra agar lebih maju, bersaya saing, dan melek peradaban.
Desamind merupakan organisasi non-profit di bawah naungan Desamind Indonesia Foundation yang berbasis pendidikan dan sosial kemanusiaan, ekonomi, serta lingkungan.
Saat ini, Desamind beranggotakan 1.000 pemuda dari seluruh penjuru Indonesia yang menjadi mitra di banyak desa.
Hardikak mengatakan, sejak awal didirikan pada tahun 2020, Desamind mampu memperoleh penghargaan Top 3 Mata Garuda Prize di bidang pengabdian masyarakat dan lingkungan dari LPDP Kementerian Keuangan.
Baca juga: Masih Nekat Turun di Perempatan di Purbalingga, Pengamen Tek-tek dan Pengemis Dikukut Satpol PP
Baca juga: Ingin Beri Pelayanan Cepat dan Mudah ke Warga, Dinkominfo Purbalingga Jajaki Kerja Sama dengan BSN
Baca juga: Kawasan Purbalingga Kota Bakal Makin Teduh! Pemkab Purbalingga Tanam Pohon Ketapan di Dua Titik
Baca juga: Baru Panen 10 Kg Cabai Sudah Kepergok Warga, Pria Asal Kutasari Purbalingga Diserahkan ke Polisi
Kemudian, di tahun berikutnya, pada ajang yang sama, Desamind memperoleh penghargaan produk binaan terbaik dalam bidang bisnis dan ekonomi.
Walau baru dua tahun bergerak, kini, Desamind telah memiliki 12 cabang resmi yang berada di berbagai kabupaten di Indonesia.
Setiap chapter memiliki desa-desa mitra di kabupaten masing-masing sebagai target pengembangan desa.
Di tahun 2021, Desamind Chapter Purbalingga bermitra dengan desa-desa di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga.
Hardika menjelaskan, Desamind Indonesia terbentuk karena keresahannya dan rasa tanggung jawab sosial ketika ia baru saja menyelesaikan studi dari luar negeri.
"Pada awalnya, saya berpikir tentang apa yang sebenarnya bisa saya lakukan ketika pulang ke desa."
"Kemudian, saya dan teman-teman memulai gerakan bernama Desamind."
"Desa sebetulnya juga punya potensi, hanya saja, kalau mau berkembang memang butuh adanya pola pikir."
"Kami ingin menumbuhkan mindset dan semangat berkembang para pemuda demi masa depan desa," kata peraih Alumni Award LPDP '19 itu dalam rilis, Minggu (5/6/2022).
Baca juga: Tak Kunjung Dapat SK, Pensiunan Guru di Sragen Ini Malah Dituntut Kembalikan Gaji 2 Tahun ke Negara
Baca juga: Rob Kembali Genangi Karangsari Kendal, Ketinggian Air Hampir Setengah Meter
Baca juga: Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Rp 750 Ribu, Pengelola: Itu Hanya untuk Wisatawan yang Naik Candi
Baca juga: Harus Dirujuk ke RS TNI, Keberangkatan Lima Calon Haji Embarkasi Solo Tertunda
Sebagai satu di antara pendiri Desamind Indonesia Foundation, ia berharap dan mengajak para pemuda menjadi agen perubahan.
Menurutnya, sudah sepantasnya para pemuda memiliki wawasan luas dan kompetensi kelas dunia, namun harus tetap punya sikap dan pemahaman akar rumput permasalahan seputar desa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/hardika-dwi-hermawan-pemuda-asal-purbalingga-dirikan-desamind.jpg)