Haji 2022
Demi ke Tanah Suci, Mbah Misri Lepas Seperempat Sawah di Grobogan
Kerinduan berkunjung ke Tanah Suci membuat Mbah Misri rela melepas seperempat sawahnya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Kerinduan berkunjung ke Tanah Suci membuat Mbah Misri rela melepas seperempat sawahnya.
Warga Dukuh Pendem, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, itu pun senang bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah kerinduan sejak 2011.
Sawah merupakan satu-satunya aset berharga milik Mbah Misri.
Dari sawah inilah dia memberi makan lima anaknya.
Sebelum terkena stroke ringan, dulu, dia juga berdagang di warung kecil di sekitar tempat tinggalnya.
Baca juga: Penjual Pecel dari Pati Ini Akhirnya Berangkat Haji setelah 11 Tahun Menabung
Baca juga: Cerita Jemaah Calon Haji Asal Pati Bawa Sambal Pecel di Dalam Koper: Buat Jaga-jaga Kalau Bosan Lauk
Baca juga: 2.000 Jemaah Calon Haji Asal Jateng dan DIY Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Kini, kelima anaknya sudah berkeluarga dan mampu mencari nafkah secara mandiri.
Masing-masing anak juga telah mendapat 'bagian' dari sawah Mbah Misri.
Di usianya yang kini mencapai 62 tahun, Mbah Misri tak begitu butuh materi duniawi.
Yang dia butuhkan hanya bekal untuk akhirat, sewak-waktu dipanggil Sang Khalik.
Itu sebabnya, tak berat bagi dia menjual sebagian sawahnya untuk menunaikan haji guna menyempurnakan ibadahnya.
Hal itu disampaikan Iswati, tetangga Mbah Misri, yang juga menjadi jemaah calon haji.
Keduanya berada satu regu di rombongan kelompok terbang (kloter) 4 Embarkasi Solo.
"Jadi, 1000 (meter persegi) dibagi 4. Yang setengah untuk anak-anaknya, yang setengah untuk Mbah Misri. Dari setengah itu, separo dijual untuk haji ini," kata dia.
Menurut Iswati, keinginan Mbah Misri berhaji sudah menggebu sejak 2011 lalu.
Iswatilah yang diminta membeli seperempat sawah Mbah Misri untuk berhaji.