Berita jateng

Ikut Lapak Ganjar, Galeri Sani Pottery Borobudur Magelang Rasakan Peningkatan Kunjungan

Galeri gerabah Sani Pottery, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ramai dikunjungi wisatawan.

IST
berita jateng 29052022_817 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Galeri gerabah Sani Pottery, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ramai dikunjungi wisatawan. Hal tersebut tidak lepas dari upaya Markoni, pemilik galeri yang mempromosikan usahanya itu di Lapak Ganjar.

berita jateng 29052022_819
berita jateng 29052022_819 (IST)

Baca juga: Selesai Dibangun, Tembok Puskesmas Jeruklegi Cilacap Retak. Ganjar: Kalau Saya Tidak Mau Terima

"Insyaallah, bergabung dengan Lapak Ganjar bisa dipromosikan dan dikenal lebih luas," ujar Markoni saat ditemui di galerinya, Sabtu (28/5/2022).

Galeri Sani Pottery merupakan tempat produksi kerajinan berbahan baku tanah liat, sekaligus wisata edukasi. Sehingga wisatawan yang datang bukan hanya bisa membeli barang-barang hasil produksi, tapi juga bisa mempraktekkan teknik membuat gerabah secara tradisional.

Markoni sebenarnya telah mendirikan usaha penjualan gerabah sejak lama, namun baru di akhir 2021 ia membuka galeri.

"Setelah ikut Lapak Ganjar luar biasa tingkat pengunjung. Kenaikan lebih dari 300 persen. Efeknya luar biasa, baik pengunjung maupun pembeli," ungkapnya.

Baca juga: Tinjau Pengungsi Banjir Rob di Kota Pekalongan, Gubernur Ganjar: Waspada Juni dan Juli!

Menurutnya, mengikuti Lapak Ganjar sama halnya promosi gratis. Baginya akun instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memiliki follower jutaan itu sangat efektif untuk mengenalkan usahanya ke masyarakat yang lebih luas.

"Alhamdulillah senang ikut Lapak Ganjar, efeknya terasa. Kami optimis karena followernya sudah jutaan dan kita tidak usah repot lagi. Istilahnya promosi gratis tidak mengeluarkan apa-apa," jelasnya.

Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan tersebut membuat Markoni menambah trainer atau mentor dalam pembuatan gerabah bagi wisatawan. Yang awalnya hanya satu sekarang ada lima orang, trauma di waktu libur panjang.

"Kalau hari biasa dua orang, tapi waktu hari libur kita ada lima orang trainer," tutur dia.

Baca juga: Duka Ganjar untuk Buya Syafii Maarif: Beliau Tokoh Panutan yang Menyejukkan

Beberapa waktu terakhir, pengunjung paling banyak datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Surabaya. Selain itu, ada wisatawan manca.

"Paling banyak Jabodetabek dan Surabaya

Ada juga dari Kupang, dan kalau manca kemarin ada dari Perancis lima orang," imbuh dia.

Selain dari wisatawan, gerabah produksinya juga diminati pengusaha restoran dan rumah makan.

"Iya, memenuhi kebutuhan resto, kemarin pesana dari resto di Kendal. Produk kita semua alat makan, aksesoris dan alat dapur," ucapnya.

Baca juga: Momen Ganjar Diberi Amplop Kosong oleh Pedagang di Solo, Padahal Sedang Bersama Jokowi

Sementara itu, Kanaya, seorang wisatawab asal Jakarta mengaku senang dengan pengalaman pertamanya membuat kerajinan dari tanah liat.

"Ini pengalaman pertama, sebelumnya belum pernah. Ini tadi bikin tempat lilin, hanya butuh waktu lima menit. Tapi pengeringannya maksimal satu minggu. Nanti dikirim ke Jakarta kalau sudah jadi," tandasnya.(*)

Baca juga: Ungkapan Syukur Atmo, Kader PDIP dari Pasarbatang Brebes Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Ganjar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved