Berita Semarang

Dampak Rob Pelabuhan Tanjung Emas Semarang: Ekspor Terganggu, Sopir Logistik Tak Bisa Beli Susu Anak

Rob yang merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengakibatkan aktivitas pengiriman jasa logistik terhenti.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Warga menembus rob yang menggenangi Jalan Ronggowarsito yang manjadi pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pekan lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rob yang merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengakibatkan aktivitas pengiriman jasa logistik terhenti.

Kondisi ini membuat pengemudi truk menganggur sehingga mempengaruhi penghasilan mereka.

Hasanuddin (30), warga Gunungpati, Kota Semarang, bahkan kesulitan membeli susu dan diapers untuk anaknya.

"Sampai tidak bisa diapers dan susu untuk anak karena tak bekerja," ungkap Hasanuddin, sopir jasa logistik, Senin (30/5/2022).

Baca juga: Rob Meninggi, Karyawan di Kawasan Industri Tanjung Emas Kota Semarang Dievakuasi

Baca juga: Tanggul Darurat Dibangun di Titik Jebol di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Baca juga: Terjebak Rob di Kota Semarang, Karyawan Hamil Alami Pendarahan. Tim SAR Langsung Evakuasi

Menurut Hasanuddin, para pengemudi mendapatkan gaji setiap kali mengirim barang.

"Kami tidak dibayar bulanan, hanya setiap mendapat order," jelasnya.

Hasanuddin yang hampir 10 tahun menjadi pengemudi truk kontainer itu mengatakan, dirinya kembali bekerja pada Sabtu (28/5/2022).

"Truk yang saya kendarai saya tinggal di Comal karena percumah kalau saya teruskan ke pelabuhan Semarang," katanya.

Meski demikian, ia bersyukur truk yang dikemudikan tak terjebak rob di Semarang.

"Teman-taman lain sampai cekcok dengan perusahaan karena truk terjebak banjir dan perusahaan tak mau tahu," jelasnya.

Rob di Pelabuhan Tanjung Emas sempat mengakibatkan aktivitas ekspor impor di pelabuhan tersebut mandeg.

Meski aktivitas kepabeanan mulai beroperasi namun ratusan kontainer di pelabuhan ikut terdampak.

Data dari KPPBC-TMP Tanjung Emas Semarang, 744 kontainer terdampak banjir rob.

Anton Martin, Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas Semarang, menerangkan, ada 601 kontainer impor yang terdampak.

"Selain kontainer impor, 141 kontainer ekspor, dan 1 kontainer transipment juga terdampak banjir rob, dengan total 744 kontainer," paparnya. (*)

Baca juga: Hadiri Harlah Muslimat NU Ke-76, Bupati Banyumas Janji Bantu Pembangunan Rumah Alquran

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Muntahkan Lava Pijar, Tercatat 6 Jam Terjadi 10 Kali Guguran Lava

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Lepas Masker Sepenuhnya, Tunggu Catatan Kasus Covid hingga Pertengahan Juni

Baca juga: KUB Bumisari Purbalingga Jadi Pilot Project Desa Devisa, Dapat Pendampingan Ekspor Gula Semut

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved