Berita Semarang
Hendak Buang Sampah, Purwaningsih Warga Tembalang Semarang Malah Temukan Mayat Seorang Pria
Jasad seorang pria ditemukan tewas mengambang di aliran sungai dekat Perum Citragrand, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang
Penulis: iwan Arifianto | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM,SEMARANG - Jasad seorang pria ditemukan tewas mengambang di aliran sungai dekat Perum Citragrand, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang, Jumat (29/4/2022).
Temuan mayat itu sempat menggegerkan warga, apalagi korban ketika kejadian tak mengantongi identitas.
Saat ditemukan, jenazah hanya mengenakan kolor hitam pendek dan kaos cokelat.
Diketahui, pria tersebut bernama Kasturi (41) pria asal Demak.
"Iya, kejadian itu kemarin, Jumat (29/4/2022) pukul 10.00," jelas Kapolsek Tembalang, Kompol Arsadi saat dihubungi Tribun, Sabtu (30/4/2022).
Baca juga: Puncak Arus Mudik di Jalur Selatan Simpang Empat Buntu Banyumas Diprediksi Terjadi Sabtu Malam
Warga yang pertama kali melihat kejadian itu yakni Purwaningsih (51) seorang pembantu rumah tangga di perumahan tersebut.
Ia kaget ketika hendak membuang sampah melalui pagar perumahan ke arah dekat sungai melihat korban mengambang.
Ia pun lantas melaporkan kejadian itu ke pihak satpam perumahan.
Baca juga: Mudik 2022: Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Ruas Tol Kanci-Pejagan Brebes, Mobil Sedan Ringsek
Dari satpam kejadian itu langsung diteruskan ke polisi.
"Kami ketika tiba di lokasi kejadian, korban tak bawa identitas," jelas Arsadi.
Pihaknya lalu meminta bantuan tim Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan identifikasi.
Baca juga: Kurangi Kecepatan di Jalur Alternatif Mudik Simpang Tiga Kaliori Banyumas, Tak Ada Lampu Lalu Lintas
Hasilnya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
"Selepas dibawa ke RSUP Kariadi baru diketahui identitas korban kemudian pihak keluarga langsung dihubungi," terangnya.
Baca juga: Mata Crazy Rich Grobogan Joko Suranto Berkaca-kaca saat Disambut Ribuan Warga di Kampung Halaman
Ia menyebut, korban diduga terjatuh ke aliran sungai akibat batu ginjalnya kambuh sehingga terpeleset jatuh ke aliran sungai tersebut.
"Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap korban," bebernya.(*)