Berita Sragen

Suntik Vaksin saat Puasa? Ini Tipsnya Agar Tak Batal dan Stamina Tubuh Terjaga

Ia mengatakan, tidak menjadi masalah seseorang melaksanakan vaksinasi dalam keadaan tubuh berpuasa.

TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Puskesmas Pandanaran Kota Semarang memberikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan Kota Semarang, di lantai 10 gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jumat (15/1/21). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen tetap menggelar vaksinasi di tengah Ramadan.

Vaksinasi bahkan digalakkan sebelum memasuki Idulfitri.

Ini sekaligus untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas warga di masa mudik Lebaran, sehingga kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

Meski dalam kondisi puasa, animo warga Sragen untuk vaksinasi cukup tinggi. 

Baca juga: Seorang Remaja Serang Driver Taksi Online Pakai Martil di Sragen, Diduga Ingin Rampas Mobil

Dokter dari Puskesmas Ngrampal, Nur Wulandari mengatakan, vaksinasi, khususnya booster penting bagi warga sebelum mereka bertemu dan berkumpul keluarga pada momentum mudik lebaran.

"Apalagi mau mudik, baiknya sebelum kumpul keluarga, daya tahan tubuh harus lebih bagus lagi," katanya, Kamis (14/4/2022).

Ia mengatakan, tidak menjadi masalah seseorang melaksanakan vaksinasi dalam keadaan tubuh berpuasa.

Vaksin tidak akan mempengaruhi ketahanan tubuh untuk tetap menjalani ibadah puasa.

Baca juga: Setelah Viral, Donasi untuk Pembangunan Masjid di Sragen Terus Mengalir. Sudah Terkumpul Rp 400 Juta

Hanya, ia memberikan beberapa tips agar kondisi tubuh tetap terjaga pasca-vaksinasi. 

Sebelum vaksinasi, masyarakat dianjurkan untuk sahur agar stamina terjaga.

Masyarakat juga dianjurkan tidak melakukan pekerjaan yang menguras energi atau terlalu capek setelah vaksinasi. 

Saat berbuka, masyarakat yang selesai vaksin dianjurkan untuk minum air putih yang banyak.

Baca juga: Kronologi Masjid Dirobohkan di Sragen hingga Pembangunannya Terbengkalai Karena Janji Donatur

Masyarakat juga dianjurkan agar tidak minum minuman dingin atau es untuk mengurangi gejala pasca-vaksin. 

"Tidak minum es, untuk mengurangi efek demam, " katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum pernah menerima komplain terkait efek samping vaksin, terutama untuk orang sedang berpuasa. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved