Berita Banyumas
Mahasiswa Banyumas Gelar Demonstrasi, Bupati dan DPRD Sepakati Tuntutan Aksi
Gabungan serikat mahasiswa Banyumas melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, kompleks Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (8/4/2022).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Gabungan serikat mahasiswa Banyumas melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, kompleks Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (8/4/2022).
Aliansi mahasiswa tersebut menyampaikan berbagai tuntutan terkait kondisi politik dan ekonomi Indonesia saat ini.
Di antaranya, menolak rencana penundaan Pemilu 2024 hingga wacana presiden tiga periode, juga soal kenaikan harga minyak goreng.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa meneriakan penolakan penundaan Pemilu 2024.
Apalagi, mereka yang melemparkan wacana penundaan Pemilu 2024 beralasan penundaan dilakukan karena tidak adanya biaya.
Padahal, faktanya saat ini, pemerintah tengah gencar membangun proyek strategis nasional.
Baca juga: Produksi Air dari Sungai Serayu Terganggu, PDAM Banyumas Pasok Air Pelanggan Gunakan 10 Truk Tangki
Baca juga: Masjid Istiqomah Tertua di Kalibagor Banyumas, Jujugan Musafir dan Jemaah yang Ingin Nostalgia
Baca juga: Pengelola Waduk Mrica Minta Maaf sebabkan Sungai Serayu Banyumas Berlumpur, Siap Ganti Rugi
Baca juga: Teken MoU dengan BP2MI, Pemkab Banyumas Janji Lindungi Warga Pekerja Migran Sejak Bersiap Kerja
Alfan Maulana Akbar, perwakilan dari mahasiswa Unsoed Purwokerto, mengatakan, ada lima hal yang menjadi tuntutan mereka.
"Turunkan harga, tidak setuju dengan penundaan pemilu, begitu pula wacana presiden tiga periode, stop kriminalisasi, dan konflik agraria," katanya di sela kegiatan.
Kedatangan mahasiswa ini pun disambut langsung Bupati Banyumas Achmad Husein dan perwakilan dari DPRD Banyumas.
Husein mengaku, pihaknya menyambut mahasiswa dengan tangan terbuka.
"Soal turunkan harga, saya setuju. Penolakan penundaan pemilu, saya juga setuju. Karena, kalau ada penundaan, dan pemilihan bupati ditunda juga, saya tidak mau."
"Jabatan presiden cukup dua kali saja, begitu juga kriminalisasi dan konflik agraria," kata bupati.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyumas Supangkat mengatakan, di bulan Ramadan ini, aksi demo harus jadi ukhuwah Islamiah.
"Saya bersepakat pemilu tidak mungkin akan ditunda, presiden hanya dua periode, dan harga sembako segera turunkan dan stop kriminalisasi," ungkapnya. (Tribunbanyumas/jti)
Baca juga: Ramadhan 2022: Jadwal Buka Puasa Hari Ini untuk Wilayah Demak, Jumat 8 April 2022
Baca juga: Sisihkan Gaji, Anggota Polsek Gombong Kebumen Ini Rutin Beri Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu
Baca juga: Mudik Lebaran 2022, PO Haryanto Siapkan 250 Unit Bus, Kursi Dibikin Longgar
Baca juga: Ada Tambahan Libur 4 Hari, Berikut Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-di-depan-gedung-dprd-banyumas-jumat-842022.jpg)