Berita Banyumas

Produksi Air dari Sungai Serayu Terganggu, PDAM Banyumas Pasok Air Pelanggan Gunakan 10 Truk Tangki

Lumpur yang mencemari Sungai Serayu Banyumas mengakibatkan pasokan air kepada 18 pelanggan PDAM Tirta Satria Banyumas terganggu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Kiriman Warga
Warga Perumahan Mutiara Pratama Berkoh di Banyumas menunggu pengedropan air bersih dari PDAM Tirta Satria Banyumas, Kamis (7/4/2022). Sepekan terakhir, produksi air bersih PDAM Banyumas dari Sungai Serayu terganggu karena aliran sungai berlumpur. Kondisi ini mengakibatkan pasokan air bersih ke 18 pelanggan terganggu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Lumpur yang mencemari Sungai Serayu Banyumas mengakibatkan pasokan air kepada 18 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Banyumas terganggu.

Untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan itu, PDAM mengerahkan 10 truk tangki air bersih untuk mengedrop air bersih.

"Kami berusaha mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki," ungkap Direktur Teknik PDAM Tirta Satria Banyumas Wipi Supriyanto, ditemui seusai rapat bersama dengan pengelola Waduk Mrica Banjarnegara PT Indonesia Power, Jumat (8/4/2022).

Baca juga: Imbas Sungai Serayu Tercemar Lumpur, PDAM Banyumas Hentikan Sementara Produksi Air Bersih

Baca juga: Hasil Tes Sampel Air Sungai Serayu Keluar, Dinkanak Banyumas: Kandungan Amoniak Sangat Tinggi

Baca juga: Pengelola Waduk Mrica Minta Maaf sebabkan Sungai Serayu Banyumas Berlumpur, Siap Ganti Rugi

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/4/2022), Wipi mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan sementara proses produksi air dari Sungai Serayu, sejak Jumat (1/4/2022) pekan lalu, saat kali pertama Sungai Serayu berlumpur pekat.

Menurut Wipi, saat itu, hasil pengukuran pukul 10.50 WIB, tingkat kekeruhan air di Sungai Serayu mencapai 103.190 nephelometric turbidity unit (NTU).

Angka tersebut jauh di atas batas maksimal sumber air yang dapat diolah menjadi air baku yaitu sebesar 600 NTU.

"Siang ini, kekeruhan sudah mulai menurun. Kami pantau terus, kalau tingkat kekeruhannya menurun kami langsung produksi lagi," katan Wipi, Kamis.

Diberitakan sebelumnya, ribuan ikan di aliran Sungai Serayu ditemukan mati sejak Kamis (31/3/2022).

Peristiwa ini tak hanya terjadi di aliran Sungai Serayu yang melintas di Banyumas tetapi juga di Banjarnegara.

Peristiwa ini flushing atau pembuangan lumpur dari Waduk Mrica, Banjarnegara. Akibatnya, air Sungai Serayu berlumpur pekat.

Hasil penelitian sampel air yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkanak) Kabupaten Banyumas, kandungan amoniak air Sungai Serayu sangat tinggi.

Hal inilah yang mengakibatkan ikan di sepanjang aliran Sungai Serayu mabuk dan matik. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Masjid Istiqomah Tertua di Kalibagor Banyumas, Jujugan Musafir dan Jemaah yang Ingin Nostalgia

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 8 April 2022: Rp 1.023.000 Per Gram

Baca juga: Fitur Baru TikTok Filter Rotoscpoe, Begini Cara Menambahkan dan Menghapusnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved