Selasa, 14 April 2026

Berita Batang

Ngeri, Karyawan Pabrik Garmen di Batang Kesurupan Massal

Sebanyak 15 karyawan pabrik garmen, PT Batang Apparel Indonesia di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Batang, Jawa Tengah mengalami kesurupan.

Penulis: dina indriani | Editor: mamdukh adi priyanto
tangkapan layar dari video di medsos
Seorang karyawan pabrik garmen mengalami kesurupan, Kamis (17/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Sebanyak 15 karyawan pabrik garmen, PT Batang Apparel Indonesia di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Batang, Jawa Tengah mengalami kesurupan, Kamis (17/3/2022).

Video kesurupan itu pun beredar di beberapa akun media sosial.

Dalam video, tampak sejumlah pekerja wanita yang berceloteh sambil menggerakkan tubuhnya.

Seorang karyawan pabrik garmen mengalami kesurupan, Kamis (17/3/2022).
Seorang karyawan pabrik garmen mengalami kesurupan, Kamis (17/3/2022). (tangkapan layar dari video di medsos)

Baca juga: Ganjar Minta Jajaran BPBD se-Jateng Siaga Bencana: Pantau Titik Rawan, Kurangi Tidur

Tampak juga petugas keamanan sedang berkomunikasi dengan seorang pekerja yang kesurupan.

Kapolsek Tulis, Iptu Darwan membenarkan peristiwa tersebut.

"Kejadiannya itu tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, tempatnya di parkiran pabrik," tuturnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Ganjar Tersenyum Lihat Karya Seni Bergambar Dirinya Tersenyum di Hamparan Padi

Dikatakannya, kejadian itu berawal ketika sejumlah pekerja masih nongkrong ketika hendak pulang selesai sif.

Pihak keamanan pabrik meminta agar pekerja cepat pulang tapi mereka tidak kunjung pulang.

Lalu, tidak lama, sejumlah perempuan diduga kesurupan.

"Awalnya hanya satu hingga dua orang, tapi semakin lama semakin banyak, saya juga tidak paham.

Intinya seperti itu, perempuan saling tatap-tatapan terus kena, orang sana bilangnya nyetrum," ujarnya.

Baca juga: Aturan HET Dicabut, Pemkot Semarang Batal Salurkan 50 Ton Minyak Goreng Lewat Operasi Pasar

Lebih lanjut, para pekerja yang kesurupan langsung dipindahkan ke ruangan lain.

Beberapa pekerja lain ada yang mencoba mengobati dan setelah sembuh disuruh pulang.

Proses penyadaran para pekerja kesurupan berlangsung hingga dua jam.

"Saya dengar ini baru pertama kali terjadi, sebelumnya saya juga tidak tahu," imbuhnya.

Baca juga: Tegas Larang Peredaran Daging Anjing, Pemkab Purbalingga Diganjar Penghargaan dari DMFI

Pasca peristiwa itu, kegiatan pabrik pun dihentikan.

Karyawan yang mengalami kesurupan mendapatkan kompensasi satu hari untuk beristirahat di rumah.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab dari peristiwa kesurupan masal tersebut.(*)

Baca juga: Serius Kampanyekan Jateng Bebas Daging Anjing, Ganjar Diganjar Penghargaan dari DMFI

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved