Berita Semarang

Karaoke Plus-plus Jadi Penghilang Stres di Kota Semarang, Tarif Mulai Rp 600 Ribu hingga Rp 30 Juta

Karaoke, pijat plus-plus, hingga prostitusi seolah jadi candu bagi sebagian warga di tengah hiruk-pikuk malam Kota Semarang.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/DOK PRI KIRUN
Seorang pemandu lagu tengah bernyanyi saat menemani Kirun dan teman-temannya safari malam di sebuah tempat karaoke di Kota Semarang, Senin (7/3/2022) dini hari. 

Tak hanya itu, Kirun menuturkan, paket karaoke di wilayah Sunan Kuning dipatok Rp 60 ribu per jam. Sedangkan tarif pemandu lagu, Rp 80 ribu per jam.

"Ada juga Terminal Penggaron, paketnya Rp 600 ribu untuk tiga jam karaoke, 3 pamadu lagu, dan 3 botol Congyang," ucapnya.

Selain menyebutkan sejumlah lokasi dan tarif paket karaoke plus-plus, Kirun mengatakan, tarif wanita malam untuk bercinta di lokasi karaoke yang ia sebutkan itu, di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Tarif bercinta dengan pamandu lagu tidak masuk dalam paket. Selain itu, ada juga tarif lain, misalnya meminta pemandu lagu untuk joget telanjang, kami menyebutnya tari hula-hula. Per jam biasanya dipatok Rp 300 ribu," paparnya.

Kirun menjelaskan, selain lokasi dan tarif yang menurutnya menengah ke bawah, ia juga mangatakan, di Kota Semarang, ada tempat dengan tarif tinggi atau ia sebut dengan tarif kuda.

"Ada di salah satu hotel dan diskotek. Paket di sana dipatok Rp 15 juta sampai Rp 30 juta. Isinya paket karaoke, minuman keras, dan wanita malam plus bisa bercinta di dalam room," tutur Kirun.

Baca juga: Gandeng Bank Jateng, Ganjar Gelontorkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk UMKM di Setiap Daerah

Baca juga: Pebalap Astra Honda, Veda Ega Bertemu Presiden RI dan Ikuti Parade MotoGP Mandalika 2022

Baca juga: Banjir di Banyumas Belum Surut. Di Kecamatan Tambak, Ketinggian Air Masih Sepusar Orang Dewasa

Baca juga: Mayoritas Gas Beracun di Dieng Banjarnegara Jenis H2S, Apa Dampaknya Jika Terhirup?

Menurutnya, hiburan dunia malam di Kota Semarang semakin bertambah dengan harga bervariasi.

"Ya, satu tutup yang lain buka, begitu terus, seperti jamur saat hujan lah."

"Bahkan, Kota Semarang, terbilang lengkap, dari range harga paling bawah, misalnya di wilayah Pasar Dargo, sampai yang high class, ada semua."

"Kalau menurut saya, tidak akan bisa dihilangkan," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto memastikan, Pemkot Semarang berkomitmen menghapus segala bentuk hiburan malam berbau prostitusi di wilayahnya.

Berbagai giat pun dilakukan Satpol PP Kota Semarang untuk memberantas prostitusi yang menjamur di Kota Lumpia ini.

"Kami akan lakukan razia terus menerus, hotel, kos, dan lokasi lain juga akan kami sasar untuk menertipkan dan menghilangkan prostitusi di Kota Semarang," janji Fajar, beberapa waktu lalu. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved