Berita Banyumas
Kelangkaan Minyak Goreng Masih Terjadi di Pasar Tradisional dan Modern di Banyumas
Kelangkaan minyak goreng di Pasar Banyumas masih belum ada tanda-tanda akan usai kemudian bisa normal kembali.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS- Kelangkaan minyak goreng di Pasar Banyumas masih belum ada tanda-tanda akan usai kemudian bisa normal kembali.
Operasi minyak hanya diselenggarakan satu kali sekitar sebulan yang lalu di Pasar Banyumas.
Pedagang mendapat jatah 8 dus minyak goreng ukuran 2 liter, setiap dus berisi 6 kemasan.
Pedangan membeli dengan harga Rp 26.000 ukuran 2 liter dan menjualnya kembali dengan harga Rp 28.000.
Baca juga: Polresta Banyumas Bentuk Komunitas Bebatiran Mancarli, Anggota Jadi Agen Keselamatan Berlalu Lintas
Selama menjual minyak goreng subsidi, pedagang diawasi petugas untuk mengantisipasi kecurangan harga saat dijual kembali.
Dalam hitungan menit saja minyak goreng langsung ludes diserbu pembeli.
Sampai saat ini belum ada operasi minyak goreng kembali.
"Seperempat jam sudah habis," kata Mardiyah (52) pedagang minyak goreng di Pasar Banyumas.
Baca juga: Obat Nyamuk Bakar Jatuh di Kasur Picu Kebakaran di Desa Petir Banyumas, Tiga Rumah Ludes
Meskipun ada stok, itu pun minyak jenis nonsubsidi yang harganya tinggi.
Di pasar Banyumas hanya tersedia minyak goreng nonsubsidi yang didapatkan penjual seharga Rp 35.000 ukuran 2 liter dan dijual kembali dengan harga Rp 36.000 hingga Rp 37.000.
Pedagang hanya berani mengambil untung Rp 1.000- Rp 2.000.
"Beli Rp 35.000, nyari untung cuma seribu atau dua ribu saja paling," ucapnya.
Baca juga: Tolak Rencana Relokasi, PKL Pasar Ajibarang Mengadu ke DPRD Banyumas
Biasanya, pedagang mendapatkan stok minyak goreng dari sales-sales yang datang ke mereka.
Sudah beberapa pekan tidak ada sales yang datang.
Merek-merek terkenal yang biasanya mereka jual pun saat ini tidak beredar lagi di pasaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/minyak-goreng-pasar-banyumas.jpg)