Jumat, 15 Mei 2026

Berita Pemalang

Jalan Pantura Batang-Pemalang Dipenuhi Lubang, Satker Turunkan 4 Tim Penambal setiap Hari

Hujan memicu Jalan Pantura Batang-Pemalang berlubang. Satker Pelaksana Jalan Nasional Jateng pun menyiagakan empat tim untuk menambal jalan.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Petugas melakukan penambalan jalan berlubang di ruas Jalan Pantura Batang, Rabu (16/2/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Hujan memicu Jalan Pantura Batang-Pemalang berlubang. Untuk mengatasi kondisi ini, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jawa Tengah, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menyiapkan 20-40 ton aspal yang disiagakan setiap hari.

I Nyoman Yaswara, PPK 1.2 Jateng, mengatakan, sejak 6 hingga 14 Februari, hampir tiap hari, wilayah Pantura diguyur hujan.

Akibatnya, banyak aspal Jalan Pantura mengelupas dan mengganggu arus lalu lintas.

"Lubang terbanyak di wilayah Kabupaten Pekalongan, tepatnya antara Kecamatan Wiradesa hingga Kecamatan Siwalan. Kemudian, jalan menuju Pemalang," tuturnya, Rabu (16/2/2022).

Baca juga: Tiga Perusahaan Multinasional Masuk Batang Industrial Park, Bakal Serap Banyak Tenaga Kerja

Baca juga: PTM Kembali Dibatasi 50 Persen, Sekolah di Batang Pilih Terapkan Model Sif

Baca juga: Kakak Beradik di Sempu Batang Ditangkap Densus 88 seusai Salat Subuh, Warga Kenal sebagi Ustaz

Baca juga: Hari Ini, Sekolah di Batang Kembali Terapkan PTM 50 Persen

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya menyiapkan 20 ton hingga 40 ton aspal untuk menambal lubang Pantura Batang-Pemalang.

Ada empat tim patching penambal yang bekerja setiap hari.

"Memang, kami akui, penanganan belum maksimal karena posisi masih hujan tapi kami targetkan, pekan ini, semua lubang sudah tertutup semua," imbuhnya.

Ia berharap, cuaca mendukung, sehingga pelaksanaan penambalan lubang jalan bisa maksimal.

Nyoman mengatakan, penambalan jalan dilakukan menggunakan hotmix.

Pihak satker juga memasang rambu-rambu atau peringatan hati-hati di lokasi yang terdapat lubang.

Rambu itu juga bertuliskan lubang dalam proses penanganan.

"Kami berusaha, tidak lebih 1x24 jam, lubang itu bisa tertutup. Untuk jalan yang rigid beton, alhamdulillah aman," ujarnya.

Baca juga: Ingin Tahu Layanan dan Lapor Anak Jalanan atau Gelandangan di Purbalingga? Klik Aplikasi SimPly.KS

Baca juga: Pratama Arhan Bakal Merumput di Liga Jepang, Begini Kata Bapak Angkatnya di Semarang

Baca juga: Produsen Kerupuk di Kudus Tertipu, Niat Beli Minyak Goreng Murah Malah Terima Kiriman Air Kaldu

Baca juga: Tak Setuju JHT Baru Bisa Cair Umur 56 Tahun, Buruh Banyumas: Umur Tidak Ada yang Tahu

Nyoman menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan program penanganan efektif dan permanen di ruas kilometer 110 hingga 129.

Penanganan ruas sepanjang itu membutuhkan sekitar Rp 100 miliar.

Anggaran itu untuk penanganan rigid beton yang rusak. Jika rusak berat maka rigid beton itu akan dibongkar dan diganti.

"Yang kami usulkan di 114 kilometer atau ke arah petarukan dengan penganggaran dua tahun atau multiyears, targetnya tahun ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved