Berita Banyumas
Pasokan Terbatas, Pedagang di Pasar Sokaraja Banyumas Jual Minyak Goreng Rp 21.000 Per Liter
Kebijakan satu harga terkait minyak goreng belum sepenuhnya terealisasi di pasar tradisional di Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kebijakan satu harga terkait minyak goreng belum sepenuhnya terealisasi di pasar tradisional di Banyumas. Ini terjadi lantaran stok minyak goreng satu harga dari distributor terbatas.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.
Pedagang sembako di Pasar Sokaraja Banyumas, Susi (50) mengatakan, dirinya masih menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 21 ribu per liter.
"Dapat dari salesnya Rp 20.500, saya jualnya Rp 21 ribu," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (9/2/2022).
Baca juga: Jauh di Atas HET, Harga Minyak Goreng Sederhana di Pasar Manis Purwokerto Rp 20-26 Ribu Perliter
Baca juga: Minyak Goreng Rp 14 Ribu Mulai Dijual di Pasar Induk Banjarnegara, 40 Dus Ludes Hanya Beberapa Jam
Baca juga: Banyumas Kembali Masuk Level 2 PPKM, Pasar Sokaraja Buka Hanya Sampai Pukul 14.00 WIB
Baca juga: Sejumlah Hambatan Vaksinasi Lansia di Banyumas: Data dan Kondisi Geografis
Ia mengaku belum mendapat minyak goreng kemasan bersubsidi.
"Katanya, yang subsidi merek tertentu," terangnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sokaraja Triyani menjelaskan, belum semua pedagang di pasar tersebut mendapat minyak goreng bersubsidi yang dijual seharga Rp 14 ribu.
"Ya, dan itu juga merek tertentu," imbuhnya.
Menurutnya, per pekan, satu pedagang hanya mendapat jatah dua karton minyak goreng bersubsidi.
"Satu karton berisi 12 bungkus. Sedangkan biasanya, satu pedagang bisa menjual sampai 10 karton per pekan," imbuh dia.
Kondisi ini, menurut Triyani, membuat Pasar Sokaraja makin sepi pembeli, di tengah merebaknya kasus Covid-19 varian Omicron.
"Yang jadi pertanyaan, kenapa di toko tradisional belum merata subsidinya. Sementara, di toko modern sudah."
"Ini yang menjadi stok minyak goreng subsidi di pasar menjadi langka," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)
Baca juga: Tanahnya Selesai Diukur, Begini Cerita Warga Terdampak Waduk Bener Purworejo di Desa Wadas
Baca juga: PSIS Hadapi Krisis Pemain Jelang Laga Kontra Barito Putera, Mulai Badai Covid hingga Akumulasi Kartu
Baca juga: BPS Serahkan Penghargaan Kontributor Terbaik ke Tiga Instansi, Dinilai Cepat Siapkan Data
Baca juga: 46 Siswa di Kota Pekalongan Positif Covid, Pembelajaran Tatap Muka Kembali 50 Persen