Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banyumas

Cerita Kamandaka dan Cerita Asli Banyumas Dikemas Bentuk Komik

Kelompok komikus muda yang tergabung dalam Comic House Banyumas membuat serial komik Babad Banyumas.

Tayang:
Tribunbanyumas/Jti
Bupati Banyumas, Achmad Husein saat memberikan komik Babad Banyumas kepada Kepala RRI Purwokerto, Senin (7/2/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Kelompok komikus muda yang tergabung dalam Comic House Banyumas membuat serial komik Babad Banyumas.

Tim Comic House mengerjakan komik Babad Banyumas selama kurang lebih dua bulan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, Komik Babad Banyumas menceritakan seorang anak muda yang tidak suka dengan sejarah.

Dalam suatu momen anak muda itu menyentuh pintu bercahaya yang membuatnya terlempar ke masa lalu. 

Pemuda itu bertemu dengan sosok pendiri Banyumas, yaitu Jaka Kaiman.

"Dia kemudian berteman dengan Jaka Kaiman dan mengikuti perkembangan Banyumas.

Ini adalah gaya cerita anak muda jaman sekarang," katanya saat menjadi tamu undangan dalam acara pelepasan Kepala RRI Purwokerto, Senin (7/2/2022).

Baca juga: Begini Cerita Salimah, Ibu Asal Pageraji Banyumas yang Lahirkan Bayi Kembar Tiga: Sempat Malas Makan

Baca juga: Warga Pageraji Banyumas Lahirkan Bayi Kembar Tiga, Curiga saat Hamil 7 Bulan Perut Terlalu Besar

Pembuatan komik ini adalah sebagai sarana memperkenalkan sejarah secara lebih menarik.

Bupati Banyumas bahkan juga akan kembali melaunching comic house bagian kedua.

Seperti halnya pengerjaan comic house bagian pertama, komikus muda akan digandeng dengan didampingi oleh Megan Rengganis

Megan merupakan animator komik terkenal yang sudah mendunia dengan karya 'the witch'n heart'.

"Terkait progam, bapak bupati telah melaunching karya kedua yang akan bertitel 'Kamandaka'," koordinator program, Mohammad Meizar Brahmanti.

Baca juga: Breaking News: 6 Korban Meninggal Kecelakaan Bus Maut di Bantul Dimakamkan Satu Liang di Sukoharjo

Baca juga: Suasana Duka saat 13 Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus di Bantul Tiba di Sukoharjo

Menurutnya, dalam bagian kedua ini langsung produksi dengan melibatkan tim yang beranggotakan 20 orang  yang sebelumnya pernah membuat cerita Babad Banyumas.

Cerita ini dimuat dari inisiatif Bupati Banyumas yang  ingin mengangkat cerita lokal di Banyumas, selain babad Banyumas.

Cerita Kamandaka merupakan cerita asli Banyumas yang tersebar di beberapa wilayah, tidak seperti Babad Banyumas terpusat Kecamatan Banyumas.

"Bupati ingin mengenalkan sejarah melalui cerita komik bergambar yang disukai anak- anak, selain bisa mengedukasi nantinya komik ini juga akan menjadi ikon cinderamata dari Pemerintah Kabupaten Banyumas," katanya. (*)

Baca juga: Pemuda Bantul Emosi Pukul Petugas PLN, Ternyata Ini Penyebabnya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved