Berita Banyumas

Ada Temuan Covid di Sejumlah Sekolah, Dinkes Banyumas Kembali Terapkan PJJ dan PTM Terbatas

Dinas Pendidikan Banyumas mengungkapkan, sejumlah sekolah kembali menerapkan pelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring karena temuan Covid-19.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Irawati saat bertemu wartawan di Pendopo Pemkab Purwokerto, 12 Juli 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Pendidikan Banyumas mengungkapkan, sejumlah sekolah kembali menerapkan pelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring karena temuan Covid-19.

Sementara, untuk sekolah yang masih menjalani pembelajaran tatap muka (PTM), harus membatasi kapasitas 50 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Irawati mengatakan, khusus untuk sekolah yang memiliki kasus Covid-19 wajib menerapkan pelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

"Kalau ada yang positif, PJJ. Contohnya di SMP Bruderan (ada) tiga orang terpapar, langsung PJJ. Dan SMP 2 Kalinagor (ada) 1 positif (tertular) dari orangtua, juga PJJ," kata Irawati saat pemaparan kondisi terkini Covid-19 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Waspada! Kasus Aktif Covid di Banyumas Tembus 192 Kasus, Tertinggi di Jawa Tengah

Baca juga: 1 Bulan, Kasus Covid di Banyumas Tembus 154 Kasus. Dinkes: PPKM Masih Level 1

Baca juga: Viral, Wanita Diarak Pedagang di Pasar Pahing Banyumas: Tertangkap Tangan Belanja Pakai Uang Palsu

Baca juga: 3 Bayi di Banyumas Lahir di Tanggal Cantik 2 2 2022, Dedes: Selain Tanggal Cantik Juga Bulan Rajab

Begitu pula dengan kasus 19 siswa dan 2 guru SMA Al Irysad yang positif Covid-19, saat ini juga menerapkan PJJ.

Informasi terakhir, Irawati mengatakan, ada laporan positif Covid-19 di SMA 1 Purwokerto dan SMA N 1 Jatilawang.

Di sekolah tersebut ditemukan 11 kasus positif Covid-19 sehingga semuanya kembali ke PJJ.

Selain menerapkan PTM terbatas, Irawati mengatakan, pihaknya juga melarang sekolah menggelar kegiatan di luar sekolah, semisal study tour.

Bahkan, Dindik Banyumas telah mengeluarkan teguran ke sejumlah sekolah.

"Sekolah Al Irsyad dan SD di Dukuh Waluh terjadi pelanggaran tatap muka, yaitu lebih dari jam yang ditentukan karena sampai sore."

"Oleh karena itu, kami beri peringatan," kata dia.

"Kami sudah batalkan rencana study tour di SD 1 Patikraja yang akan study tour ke Semarang, untuk korwilcam langsung dibatalkan dan ditunda, sampai kondisi membaik," imbuhnya.

Irawati mengatakan, saat ini, di Banyumas, ada 1.100 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 812 SD, baik negeri maupun swasta.

Sementara, untuk SMP, ada 160 SMP, baik negeri ataupun swasta. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Tak Menyehatkan, Gingseng yang Menewaskan 8 Warga Jepara Ternyata Oplosan Etanol dan Air Mineral

Baca juga: Bubarkan Balap Liar di JLS, Polres Kebumen Amankan 12 Joki. Mayoritas Warga Cilacap

Baca juga: Khasanah Merasa Dicurangi, Dapat Nilai Tertinggi saat Seleksi Perades di Blora Tapi Tak Dilantik

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid, Bupati Purbalingga Minta Warga Aktifkan Lagi Jaga Tangga

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved