Berita Jawa Tengah

Afdian Tewas Ditembak Polisi, Begini Cerita Pencarian DPO Lapas Kendal Sejak November 2021

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit di Ogan Komering Ilir (OKI) untuk mendapatkan perawatan, namun akhirnya meninggal pada Minggu (30/1/2022).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Suasana di depan pintu gerbang Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Minggu (30/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Afdian Saputra (34), DPO narapidana Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal dikabarkan meninggal ditembak jajaran kepolisian Polda Lampung.

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy, saat dikonfirmasi Tribunbanyumas.com, Minggu (30/1/2022).

Dia pun sudah mendapatkan kabar dari Polda Lampung tentang tewasnya satu warga binaannya yang menjadi DPO.

Baca juga: 4.000 Orang di Kendal Masih Nganggur, Disperinaker Bakal Buka 8.530 Lowongan Pekerjaan

Baca juga: Satu Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Tewas dalam Pelarian, Tertembak Anggota Polda Lampung

Baca juga: Kendal Sumbang 434 Kasus Kecelakaan Sepanjang 2021, Polda Jateng: Tahun Ini Harus Ditekan

Baca juga: Kini Polres Kendal Punya Tim Khusus Anti Begal, Tiap Hari Tiga Shift, Tugasnya Sisir Lokasi Rawan

Menurut dia, Afdian melarikan diri saat menjalani masa hukuman di Lapas Terbuka Kendal pada, 14 November 2021.

Afdian kabur dari Lapas diperkirakan selepas waktu salat Subuh dengan cara melompat pagar pembatas.

Pihak Lapas Terbuka Kendal sudah berupaya menelusuri tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi tujuan pelarian Afdian.

Seperti kediaman istrinya di Kabupaten Pati, beberapa kediaman teman-temannya di Kabupaten Demak dan Cepiring, Kendal.

"Setelah kejadian kaburnya, kami sudah lakukan penelusuran di tempat tinggal istrinya di Pati dan teman-temannya di Demak, juga Cepiring Kendal."

"Tetapi nihil," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (30/1/2022).

Pihaknya juga sudah melaporkan hal itu ke Polres Kendal untuk membantu pencarian sejak November 2021.

Diketahui, Afdian Saputra adalah warga kelahiran di Desa Cahaya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

Dia merupakan narapidana kasus perampokan di Kabupaten Demak pada April 2020 dan menjadi tahanan di Lapas Kelas IA Kedungpane, Kota Semarang dengan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan di sebuah minimarket di Karanganyar, Demak.

Pada, 23 Oktober 2021, Afdian dipindahkan ke Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal untuk menjalani sisa hukuman.

Namun kabur pada 14 November 2021, kurang dari satu bulan setelah menjalani hukuman dan pembinaan di Lapas Terbuka Kendal.

Hingga akhirnya, Afdian dilaporkan meninggal setelah dihadiahi timah panas oleh jajaran Polda Lampung seusai terlibat dalam tindak pidana kekerasan di sebuah BRI Link Way Bungur, Lampung Timur, pada Sabtu (29/1/2022) petang.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit di Ogan Komering Ilir (OKI) untuk mendapatkan perawatan, namun akhirnya meninggal pada Minggu (30/1/2022) dini hari. (*)

Baca juga: Bukit Teletubbies Tak Pernah Sepi di Akhir Pekan, Nikmati Background Kebun Teh Kemuning Karanganyar

Baca juga: Penanganan Pungli di Pasar Tumenggungan Belum Berakhir, Bupati Kebumen Minta Polisi Tindak Pelaku

Baca juga: Ibu dan Anak di Cilacap Tertemper KA Serayu saat Swafoto. Ibu Tewas di Tempat, Anak Dilarikan ke RS

Baca juga: Berkat Terowongan Irigasi Tahun 1949, Warga 6 Desa di Kedungbanteng Banyumas Dapat Air Bersih

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved