Berita Ekonomi Bisnis

Pedagang Pasar Karangayu Semarang Setop Sementara Kulakan Minyak Goreng, Ini Alasan Mereka

Imbas dari aturan pemerintah yang mewajibkan produsen hingga warung kecil menerapkan harga minyak goreng yang seragam, pedagang pilih tidak kulakan.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Belek atau kaleng yang digunakan sebagai tempat minyak goreng curah di agen minyak goreng Pasar Karangayu Semarang tampak asat akibat pemilik memilih tidak kulakan lagi, Sabtu (29/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah agen dan pedagang minyak goreng di Pasar Karangayu Semarang memilih untuk tidak kulakan tersebut. 

Mereka kini memilih menghabiskan stok minyak goreng yang ada, baik berbentuk curah maupun kemasan.

Hal itu mereka lakukan imbas dari aturan pemerintah yang mewajibkan produsen hingga warung kecil menerapkan harga minyak goreng yang seragam.

Baca juga: Target Pendapatan Trans Semarang Tahun Ini Rp 37 Miliar, Hendrix: Prioritas Kami Tetap Layanan Prima

Baca juga: Datang ke Semarang, Gubernur Sumbar Belajar Cara Ganjar Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng

Baca juga: Kantor Lurah Bangetayu Wetan Semarang Digeruduk Warga, Buntut Karsidin Pecat Tiga Ketua RW

Baca juga: MPP Kota Semarang Dibuka Mei 2022, Lokasinya di Kompleks Terminal Mangkang, Ini Fasilitasnya

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan ( Kemendag) menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng mulai 1 Februari 2022.

Dalam penetapan itu, harga minyak goreng curah dipatok Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter. 

Kemudian minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

"Iya akibat aturan pemerintah tersebut kami deg-degan."

"Tidak berani kulakan minyak goreng, baik curah maupun kemasan."

"Stok kosong tidak apa-apa," ujar agen minyak goreng Pasar Karangayu Semarang, Titin kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (29/1/2022).

Titin berucap, kebijakan itu tentu akan merugikan.

Itu semisal pihaknya nekat melakukan pembelian minyak goreng di tingkat produsen.

Maka, dia memilih menghabiskan stok minyak goreng yang berada di gudang.

Dia menyebut, dalam menghabiskan stok minyak goreng kemasan di gudang juga telah mengalami kerugian.

Sebab, ketika harga minyak goreng terus meroket, ia masih memiliki stok 400 karton.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved