Pemprov Jateng

Jembatan Sepan Sragen Kini Kembali Berdiri Kokoh, 11 Tahun Sempat Tak Bisa Diakses Warga

Saya titip, karena di bawah jembatan ini ada lubang saluran air, sampahnya jangan dibuang sembarangan.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Jembatan Sepan di Desa Bonagung kembali berdiri kokoh seusai 11 tahun putus.

Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses penghubung antara Dukuh Sedadi dan Dukuh Pancuran.

Warga menyambut gembira berfungsinya kembali jembatan Sepan.

Baca juga: Sembilan Warga Jateng Terpapar Omicron, Taj Yasin: Yuk Aktifkan Lagi Jogo Tonggo

Baca juga: Gubernur Ganjar: Maret 2022 Gaspol Sektor Pariwisata Jateng, Kolaborasi Bersama InJourney

Baca juga: Ini Upaya Ganjar Antisipasi Sebaran Omicron di Jateng, Semisal Aktifkan Program Jogo Tonggo

Baca juga: Pemberangkatan Umrah Kembali Ditunda, Wagub Taj Yasin Minta Warga Bersabar

Atmodiharjo Sarimin, warga Pancuran berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah membangun kembali jembatan itu.

Kata dia, sejak jembatan putus, warga kesulitan akses.

"Sejak jembatan putus, warga harus memutar untuk menuju balai desa ataupun ke fasilitas-fasilitas umum lain yang letaknya di Dukuh Sedadi," kata Sarimin ditemui di lokasi, Kamis (27/1/2022).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat peresmian Jembatan Sepan di Desa Bonagung
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat peresmian Jembatan Sepan di Desa Bonagung (Istimewa)

Disebutkan Sarimin, Jembatan Sepan terputus karena diterjang arus yang deras pada 2010.

Melalui program 1 OPD 1 Desa Dampingan, dibangun kembali untuk memudahkan akses warga.

Saat peresmian jembatan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta masyarakat untuk menjaga jembatan dan sungai secara baik-baik.

Dia berpesan agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai.

Membuang sampah di sungai, lanjutnya, akan mengakibatkan banjir dan bencana lainnya.

Ketika bencana terjadi lagi, maka berdampak pada kehidupan masyarakat.

Artinya, masyarakat perlu memulai menata kehidupan lagi. 

“Saya titip, karena di bawah jembatan ini ada lubang saluran air, sampahnya jangan dibuang sembarangan."

"Itu yang biasanya menyebabkan kerusakan-kerusakan fatal."

"Bukan hanya kerusakan pada jembatan, tetapi juga berdampak pada persoalan lain,” katanya.

Sebagai informasi, Jembatan Sepan diperbaiki menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Prima Duta Kencana dan PT Hefa Sarana.

Biaya perbaikan jembatan tersebut menghabiskan dana Rp 204.912.300. (*)

Baca juga: Breaking News - 21 Siswa SMA Al Irsyad Purwokerto Positif Covid-19, Sekolah Ditutup Sementara

Baca juga: Tak Ada Hujan Apalagi Angin Kencang, Rumah Warga di Rembang Purbalingga Ambruk, Diduga Sudah Lapuk

Baca juga: Longsor dan Retakan Tanah di Aribaya Banjarnegara Meluas, Dua Keluarga Terpaksa Diungsikan

Baca juga: Duh! Kecanduan Judi Online, Bendahara Desa Wonosobo Batang Gelapkan Dana Bantuan Sosial Rp 60 Juta

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved