Berita Narkoba

18 Kasus Penyelundupan Narkotika ke Lapas Masih Tinggi, Terbanyak Jawa Tengah di Lapas Semarang

Selama setahun, pada 2021, data di Kantor Kanwil Kemenkumham Jateng ada 18 kasus penyelundupan narkoba yang diungkap.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Petugas lapas semarang dan kepolisian menunjukan barang bukti berupa sabu yang diselundupkan ke dalam lapas dengan dimasukan ke dalam bola tenis, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Upaya penyelundupan narkotika dan obat-obatan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Tengah masih banyak terjadi.

Selama setahun, pada 2021, data di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jawa Tengah ada 18 kasus penyelundupan narkoba yang diungkap.

Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Supriyanto menegaskan, petugas lapas di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jateng terus berupaya memerangi narkoba dengan menggagalkan penyelundupan narkoba.

Baca juga: Pascakebakaran di RSUP Kariadi Semarang, Layanan Poli di Kasuari Dialihkan ke Paviliun Garuda

Baca juga: Gedung Kasuari RSUP dr Kariadi Semarang Terbakar, 31 Pasien Diungsikan, Begini Cerita Saksi

Baca juga: Belum Divaksin, 6 Warga Masih Satu Keluarga di Kota Semarang Positif Covid

Baca juga: Taman Tugu Muda Semarang Makin Cantik, Ada Lukisan Warak Ngendhog

"Di Jawa Tengah, dalam kurun waktu 2021 telah menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke lapas sebanyak 18 kali."

"Terbanyak ada di Lapas Semarang," jelas Supriyanto kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (30/12/2021).

Penyelundupan narkotika dilakukan dengan berbagai modus.

Mulai dari memasukan ke dalam bola tenis lalu dilempar ke kompleks lapas hingga bola tenis dibungkus lakban kemudian dibawa pengunjung dan lain sebagainya.

Pengungkapan ini, kata dia, merupakan sinergitas antara pihak lapas dengan Polda Jateng, Polrestabes Semarang, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

"Pelaku penyelundupan narkoba telah ditangkap dan dilakukan penyidikan lebih lanjut," tegasnya.

Pihaknya akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng dan BNNP Jateng untuk memeriksa narapidana apabila ada indikasi keterkaitan tentang narkoba.

Apabila ada narapidana yang terindikasi melakukan pelanggaran di lapas yang ada di Jawa Tengah, akan ditempatkan terpusat di Lapas Semarang pada blok risiko tinggi untuk memudahkan pemeriksaan lanjutan.

Namun demikian, kata dia, bukan berarti narapidana yang ada di Lapas Semarang semuanya bermasalah.

Blok risiko tinggi ini sebagai program kerja unggulan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN).

Blok ini merupakan steril area, termasuk ponsel tidak diperbolehkan.

"Selain upaya pencegahan peredaran narkotika, blok risiko tinggi ini juga bertujuan untuk meminimalisir adanya gangguan keamanan dan ketertiban dalam lapas," kata Supriyanto.

Ini adalah wujud komitmen divisi pemasyarakatan untuk berperang memerangi narkoba di lapas maupun di luar lapas dengan berkoordinasi secara berkelanjutan dengan instansi terkait. (*)

Baca juga: Lantik 160 Pejabat Fungsional, Bupati Purbalingga: Terus Tingkatkan Kinerja

Baca juga: Perangkat Desa Terbatas, Pemdes Karanganyar Purbalingga Bikin Aplikasi untuk Permudah Layani Warga

Baca juga: Polres Banjarnegara Catat 433 Kecelakaan sepanjang Januari-November 2021, 51 Korban Meninggal

Baca juga: Inilah Cerita Remaja Jenggawur Banjarnegara Cari Kebahagiaan Sederhana, Berburu Belut di Persawahan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved