Berita Semarang

Belum Divaksin, 6 Warga Masih Satu Keluarga di Kota Semarang Positif Covid

Kasus Covid-19 kembali muncul di Kota Semarang, setelah sepekan terakhir berstatus zero kasus.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ditemui seusai Semarang Night Carnival (SNC) 2021, Rabu (17/11/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 kembali muncul di Kota Semarang, setelah sepekan terakhir berstatus zero kasus.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini, ada enam kasus aktif Covid-19 di Kota Lunpia. Enam kasus tersebut berasal dari satu keluarga.

Menurut Hendi, sapaannya, temuan kasus tersebut berawal dari satu kasus positif Covid-19.

Setelah dilakukan tracing atau penelusuran, ditemukan lima kasus lain.

Hendi pun kaget lantaran satu keluarga tersebut ternyata belum menerima vaksin Covid-19.

"Masa hari gini belum vaksin? Kenapa? Apa yang ditakutkan dan dikhawatirkan?" ujarnya geram, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Mendadak Terjun Bebas saat Dipanasi, Mobil Lexus Mendarat di Dapur Rumah Warga Candisari Semarang

Baca juga: Taman Tugu Muda Semarang Makin Cantik, Ada Lukisan Warak Ngendhog

Baca juga: Begini Cara Hendi Semangati Reno Siswa Kelas 4 SD di Kota Semarang, Beri Kaki Palsu Hingga Laptop

Baca juga: Taman Bubakan Semarang Sudah Rampung, Bakal Diresmikan Bersamaan Museum Kota Lama

Padahal, Hendi mengatakan, vaksin ampuh menjadi perisai diri agar tidak terpapar Covid-19.

Hendi pun mengajak masyarakat yang belum vaksin segera mengikuti vaksinasi guna melindungi diri.

Pihaknya juga masih terus mengedukasi setiap warga agar tetap disiplin protokol kesehatan.

Sementara, wilayah Jawa Tengah masuk penerapan kebijakan micro lockdown dari pemerintah pusat.

Penerapan micro lockdown ini mirip pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Mendukung hal itu, Hendi mengatakan, seluruh stakeholder di tingkat terbawah selalu jalan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada maayarakat.

"Kami ada teman-teman lurah, babinsa, babinkamtimas, camat, semua jalan. Kami juga sering jalan-jalan ke tempat ramai, kami datangi, kenapa harus ramai-ramai," ungkapnya.

Jangan sampai, kata Hendi, terulang lagi ledakan kasus Covid-19 di Kota Semarang, akibat warganya tidak berdisiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Geram, Warga Blado Batang Bakar Motor Pencuri Kentang. Videonya Viral di Media Sosial

Baca juga: Dilantik Rabu, 232 Pejabat Struktural Administrasi Pengawas di Banyumas Kini Jadi Pejabat Fungsional

Baca juga: Perangkat Desa Terbatas, Pemdes Karanganyar Purbalingga Bikin Aplikasi untuk Permudah Layani Warga

Baca juga: Polres Banjarnegara Catat 433 Kecelakaan sepanjang Januari-November 2021, 51 Korban Meninggal

Jika kasus melonjak lagi, pemerintah tentu akan mengerem kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved