Berita Kriminal Hari Ini

Ini Hasil Ungkap Kasus Ilegal Logging di Wonogiri, Pembeli Kayu Sonokeling Warga Asal Gunung Kidul

Polisi dari Polres Wonogiri menyita beberapa barang bukti seperti 11 potongan batang kayu sonokeling senilai Rp 1,7 juta, 1 truk, dan 1 gergaji. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
POLRES WONOGIRI
Gelar kasus ilegal logging di wilayah hukum Polres Wonogiri, Kamis (30/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOGIRI - Jajaran Satreskrim Polres Wonogiri mengungkap kasus ilegal logging yang terjadi di kawasan Perhutani, tepatnya petak 59A RPH Eromoko BKPH Baturetno, Kecamatan Eromoko. 

Polisi juga telah menyita beberapa barang bukti seperti 11 potongan batang kayu sonokeling senilai Rp 1,7 juta, 1 truk, dan 1 gergaji. 

Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono menyampaikan, semula anggota Reskrim Polsek Eromoko mendapatkan informasi adanya penebangan liar di kawasan hutan milik Perhutani.

Baca juga: Pasutri Ini Gelapkan Uang 31 Nasabah, Seluruh Korban Adalah Perangkat Desa di Girimarto Wonogiri

Baca juga: Minimarket di Puloharjo Wonogiri Dibobol Maling, Saksi Lihat Mobil Hitam Tancap Gas Saat Subuh

Baca juga: Ganjar Dampingi Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri: Bisa Jadi Wisata Menarik

Baca juga: Niat Hati Viral di Medsos Lewat Konten Seret Celurit, Siswa SMA di Wonogiri Ini Malah Diciduk Polisi

Hutan milik Perhutani itu terletak di Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Kejadiannya pada Jumat (10/12/2021) sekira pukul 21.00. 

Kepolisian lantas melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut hingga akhirnya menyita barang bukti potongan kayu sonokeling yang diduga hasil pembalakan liar pada Rabu (15/12/2021) pukul 05.00. 

"Kayu itu ditemukan di pinggir jalan Desa Basuhan-Ponjong, tepatnya di Ngelo Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko."

"Kayu sonokeling itu telah dijual dan hendak dibawa ke daerah Playen Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (30/12/2021). 

Dari ungkap kasus tersebut, kepolisian menangkap Rakiman (58) warga Kecamatan Eromoko yang bertindak sebagai penebang sekaligus penjual.

Lalu seorang pengangkut bernama Triyanto (51) warga Kabupaten Bantul, dan Sukar (52) warga Kabupaten Gunung Kidul serta pembeli, Widodo warga Kabupaten Gunung Kidul. 

Atas perbuatannya, Rakiman dikenakan Pasal 82 ayat 1 huruf b jo Pasal 87 ayat 3 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Hutan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Para pelaku diancam penjara paling sedikit 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp 500 juta atau paling banyak Rp 2,5 miliar.

Selanjutnya terhadap Widodo dikenakan Pasal 87 ayat 1 huruf b juncto Pasal 12 huruf I.

Sedangkan Triyanto (51) dan Sukar (52) dikenakan Pasal 83 ayat 1 huruf b jo Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 83 ayat 2 huruf b jo Pasal 12 huruf e. (*)

Baca juga: Perangkat Desa Terbatas, Pemdes Karanganyar Purbalingga Bikin Aplikasi untuk Permudah Layani Warga

Baca juga: Catut Nama Ponpes Al Kahfi Somalangu Kebumen saat Cari Sumbangan, Warga Sumenep Jatim Diamankan

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Anak 6-11 Tahun di Cilacap Dimulai, Sasar 177.000 Anak

Baca juga: Dilantik Rabu, 232 Pejabat Struktural Administrasi Pengawas di Banyumas Kini Jadi Pejabat Fungsional

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved