Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Sarung Goyor Tegal Lagi Diburu, Perusahaan Ini Kini Layani Permintaan di 16 Negara

Produksi sarung ATBM dulu sebanyak 1.000 buah per bulan, kini meningkat hingga 3.000 sarung, di Kota Tegal. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Pemilik PT Asaputex Jaya Tegal, Jamaludin Al Katiri, menunjukkan sarung goyor yang sedang mengalami peningkatan ekspor, Senin (27/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Permintaan ekspor sarung goyor atau sarung alat tenun bukan mesin (ATBM) meningkat secara signifikan di tahun kedua pandemi Covid-19.

Kenaikan terjadi tiga kali lipat atau sekira 300 persen. 

Dampak positifnya, produksi sarung goyor di wilayah Tegal ikut meningkat. 

Kemudian, banyak karyawan yang kini menjadi produsen sarung goyor di tempat tinggalnya masing-masing. 

Baca juga: Sri Dewi Kini Sudah Bebas, Kasus Suami Pidanakan Istri Karena Palsukan Akta Jual Beli Kapal di Tegal

Baca juga: Anggota KSP Sejahtera Bersama Geruduk Kantor Cabang di Tegal, Pertanyakan Nasib Tabungan Mereka

Baca juga: Enam Pria Kepergok Pesta Miras di Kawasan PAI Kota Tegal, Mereka Warga Brebes

Baca juga: Pemkot Tegal Siapkan Tes Acak Tiap 30 Menit di Malam Pergantian Tahun, Begini Rencana Teknisnya

Pemilik PT Asaputex Jaya Tegal, Jamaludin Al Katiri mengatakan, produksi sarung goyor meningkat secara siginifikan di wilayah Tegal

Hal itu menyusul banyaknya permintaan ekspor dari negara-negara di Afrika.

Jamal mengatakan, angka produksi hingga meningkat tiga kali lipat atau sekira 300 persen. 

Dia mencontohkan, produksi sarung ATBM dulu sebanyak 1.000 buah per bulan, kini meningkat hingga 3.000 sarung. 

Kemudian untuk sarung ATBM kasar, dahulu 5.000 buah per bulan, kini bisa mencapai 13.000 buah. 

"Permintaan meningkat kembali mulai Maret- April 2021."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved